Breaking News
Trending Tags

Gus Rijal Katib PCNU Jombang 2017-2022 sebut PWNU mendesak perubahan PBNU jelang Muktamar

  • account_circle khasanah
  • calendar_month Minggu, 5 Jul 2026 15:59 WIB
  • visibility 113
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Hasanah.id – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) di berbagai daerah menyerukan perubahan struktural dan mendesak adanya perubahan PBNU sebagai respons atas menurunnya kepercayaan publik terhadap kepengurusan saat ini.

Desakan itu muncul setelah perseteruan elite dalam Konferensi Besar dan Musyawarah Nasional di Ploso, Kediri, yang dianggap merusak persaudaraan internal dan memperkuat tuntutan perubahan PBNU.

Sumber internal menyebut sekitar 80 persen PWNU menginginkan perubahan total kepengurusan PBNU, dan aspirasi ini diperkirakan akan merembet ke tingkat PCNU di sejumlah daerah.

Gus Rijal, yang pernah menjabat Katib PCNU Jombang 2017-2022, mengatakan suara kolektif PWNU mencerminkan kegelisahan atas konflik berkepanjangan di tubuh organisasi.

Menurutnya, pernyataan dari PWNU dan PCNU merupakan bentuk penegasan etika berjam’iyyah yang menuntut akuntabilitas dan tata kelola yang lebih baik.

Ketidakjelasan penetapan lokasi Muktamar ke-35 NU menjadi salah satu pemicu kegundahan di kalangan pengurus wilayah.

Panitia muktamar yang dibentuk sejak 8 Mei 2026 belum mencapai kesepakatan lokasi meskipun telah dilakukan survei terhadap sejumlah calon tempat.

Pihak PBNU pada 2 Juli 2026 membentuk tim survei melalui SK PBNU Nomor 562/PB.01/A.II.06.03/99/07/2026 untuk menilai lima calon lokasi muktamar.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

Avatar of khasanah

Penulis

jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.

expand_less