Sastrawan politik Ahmad Khozinudin sebut Gus Nur-Bambang Tri merdeka, Eggi dikucilkan
- account_circle khasanah
- calendar_month Senin, 6 Jul 2026 18:38 WIB
- visibility 96
- comment 0 komentar
- print Cetak

Beda Kelas Gus Nur-Bambang Tri Dan Eggi Sudjana
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Pengamat politik Ahmad Khozinudin menilai bahwa saga seputar ijazah palsu Jokowi menampilkan keteguhan moral sejumlah tokoh meskipun tubuh mereka pernah dipenjara.
Khozinudin menyatakan bahwa dua figur yang disebutnya, Gus Nur dan Bambang Tri, mempertahankan kebebasan jiwa saat menghadapi proses hukum.
Menurut Khozinudin, keduanya sudah keluar dari penjara dan diterima kembali oleh sebagian masyarakat sebagai tokoh yang berperan dalam kasus ijazah palsu Jokowi.
Ia juga mencatat perubahan sikap pada Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis, yang kini memilih tidak lagi mengangkat isu itu di ruang publik.
Dahulu, Eggi dan Damai termasuk paling keras menuduh keaslian ijazah; mereka pernah membawa masalah ini ke ranah pengadilan.
Kedua tokoh terakhir kini memperoleh SKP-3 sehingga ancaman pidana terhadap mereka dinyatakan selesai.
Namun Khozinudin menilai bahwa berakhirnya proses hukum tidak serta-merta menghasilkan kebahagiaan sosial bagi mereka.
Isu ijazah palsu Jokowi yang sempat mengangkat nama-nama tersebut kini tak lagi menjadi sumber legitimasi bagi mereka di hadapan pendukung lama.
Sekelompok teman seperjuangan disebutnya justru menarik dukungan dan menjauh, sehingga mereka merasa “dipenjara” oleh jaringan sosial sendiri.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




