Ahli Tolak Police Corruption Perceptions Index yang Menyudutkan Presiden Prabowo Subianto
- account_circle khasanah
- calendar_month Selasa, 7 Jul 2026 16:12 WIB
- visibility 87
- comment 0 komentar
- print Cetak

Polri Tanggapi Indeks Persepsi Negatif Kebijakan Prabowo
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Sejumlah pakar menilai temuan survei terkait korupsi di tubuh Polri beredar belakangan ini tidak dapat langsung dipandang sebagai bukti ilmiah yang sahih karena kelemahan metodologis yang nyata.
IndexMundi disebut-sebut sebagai sumber penelitian tersebut, tetapi para ahli mempertanyakan validitas dan tujuan politik di balik publikasi itu.
IndexMundi juga dikritik oleh pengamat statistik dan sosial yang menilai desain survei tidak memenuhi standar internasional untuk penilaian publik.
Ahli hukum pidana Prof. Romli Atmasasmita menilai rilis itu berpotensi digunakan untuk mendelegitimasi kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang tengah menjalankan reformasi hukum dan penegakan ketertiban nasional.
Kritik teknis datang dari Karyono Wibowo yang menunjukkan survei ini memakai nonprobability sampling dan hanya mengandalkan 296 responden daring.
Sampel 296 responden itu dianggap jauh dari representatif untuk menggambarkan negara dengan lebih dari 270 juta jiwa.
Karyono menegaskan bahwa margin of error yang ditunjukkan — 5,70 persen — menjadi tidak berarti jika dasar pengambilan sampel tidak acak dan tidak terverifikasi.
Selain ukuran sampel, responden rekrutmen melalui kunjungan laman bersangkutan menciptakan bias demografis yang kuat karena didominasi pengguna internet aktif berbahasa Inggris.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




