Mahasiswa Menolak Aksi AMPB 27 Agustus 2026, KAMMI dan BEM SI Tegaskan Stabilitas Nasional
- account_circle khasanah
- calendar_month Minggu, 23 Agt 2026 00:26 WIB
- visibility 14
- comment 0 komentar
- print Cetak

Mahasiswa Menolak Partisipasi dalam Demo AMPB 27 Agustus: Penyebab dan Implikasinya
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Rencana unjuk rasa yang diorganisir oleh Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) di Gedung DPR/MPR RI pada 27 Agustus 2026 mengalami penolakan dari berbagai organisasi mahasiswa.
Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) mengumumkan secara resmi bahwa mereka tidak akan berpartisipasi dalam demonstrasi ini. Keputusan tersebut diambil berdasarkan komitmen untuk menjaga ketertiban dan persatuan nasional.
Ketua Umum KAMMI, Muhammad Amri Akbar, menekankan pentingnya stabilitas keamanan dan kedaulatan simbol negara. “Kami menolak aksi itu demi menjaga kondusifitas dan keutuhan persatuan nasional,” ujarnya, menegaskan bahwa prinsip tersebut tidak bisa ditawar.
Sementara itu, AMPB kabarnya mengeluarkan ancaman serius, termasuk kemungkinan menyandera anggota DPR RI jika tuntutan terkait pengesahan RUU Perampasan Aset dan hukuman mati bagi koruptor tidak segera dipenuhi. “Pernyataan tersebut merupakan bentuk eskalasi yang tidak dapat dibenarkan dalam demokrasi,” tambah Amri.
Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) pun menegaskan ketidakikutsertaan mereka dalam aksi ini. Koordinator Pusat BEM SI, Andira Yofi Sulendra, menyatakan bahwa mereka sedang melakukan konsolidasi setelah Musyawarah Nasional (Munas) untuk membahas langkah selanjutnya.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




