Turki Minta Interpol Tangkap Netanyahu; Ketegangan Memanas
- account_circle khasanah
- calendar_month Minggu, 23 Agt 2026 05:58 WIB
- visibility 15
- comment 0 komentar
- print Cetak

Turki Minta Interpol Tangkap Netanyahu, Risiko Krisis Energi dan Ketegangan Meningkat di Timur Tengah
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Turki resmi meminta Interpol mengeluarkan Red Notice terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terkait dugaan kejahatan serius dalam insiden yang melibatkan Armada Global Sumud.
Menteri Kehakiman Turki Akin Gurlek menyebut Netanyahu sebagai salah satu dari 35 tersangka yang dicari sehubungan dengan serangan terhadap konvoi aktivis tersebut.
Permintaan Red Notice itu diajukan atas serangkaian tuduhan yang mencakup genosida, kejahatan terhadap kemanusiaan, penyiksaan, perampasan kebebasan, pembajakan kapal, dan perusakan properti.
Pada Mei 2026, Angkatan Laut Israel menaiki beberapa kapal yang berlayar menuju Gaza dan menahan lebih dari 400 aktivis dari sekitar 50 kapal.
Sebagian besar aktivis kemudian dideportasi ke Yunani, sementara pihak Turki menuduh adanya perlakuan buruk terhadap tahanan selama operasi itu.
Pihak Israel menyatakan peserta armada tidak mengalami luka, namun klaim ini memperdalam ketegangan diplomatik antara Ankara dan Tel Aviv.
Hubungan bilateral memanas setelah Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berulang kali membandingkan kebijakan pemerintahan Netanyahu dengan praktik genosida.
Netanyahu bereaksi keras dan menuduh Erdogan bersikap anti-Semit dalam sejumlah pernyataan publik.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




