Budi Arie Setiadi: Antisipasi Gejolak Sosial, Pelajari Pelajaran Berharga dari Era 1998
- account_circle khasanah
- calendar_month Jumat, 28 Agt 2026 21:43 WIB
- visibility 12
- comment 0 komentar
- print Cetak

Budi Arie: Waspadai Gejolak Rakyat, Belajar dari Pengalaman Berharga 1998 untuk Masa Kini
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Mantan Menteri Koperasi, Budi Arie Setiadi, mengingatkan pemerintah agar lebih peka terhadap gejolak yang kini muncul di tengah masyarakat. Ia menegaskan perlunya respons yang hati-hati terhadap dinamika sosial yang sedang berkembang.
Budi Arie merujuk kembali pada pengalaman Indonesia antara tahun 1997 hingga 1999, saat negara mengalami gejolak politik yang signifikan. Ia menandaskan bahwa setiap pergeseran dalam masyarakat memerlukan perhatian yang serius.
Saat konferensi pers di Jakarta Selatan, Budi Arie mengatakan, “Kita perlu menyikapi situasi ini dengan cermat dan tenang.” Pernyataan ini muncul seiring dengan analisisnya mengenai potensi situasi politik yang dapat berkembang sebelum Pemilu 2029.
Dia mengingatkan bahwa munculnya gerakan mahasiswa dan kelompok masyarakat dapat menjadi isu penting untuk pemerintah. “Ada tren baru gerakan masyarakat, dan ini harus dikelola dengan baik,” tegasnya.
Budi Arie menilai bahwa kesadaran publik untuk menyampaikan hak dan aspirasi merupakan bagian penting dari demokrasi. Oleh karena itu, pemerintah perlu mengambil langkah responsif agar isu yang muncul tidak berkembang menjadi konflik.
“Respons yang tidak tepat bisa kontraproduktif dalam menyelesaikan masalah,” ungkap Budi Arie.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




