Breaking News
Trending Tags

Brent Naik ke US$89,18 Setelah Serangan AS di Larak

  • account_circle khasanah
  • calendar_month Senin, 31 Agt 2026 12:22 WIB
  • visibility 14
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Hasanah.id – Serangan Amerika Serikat terhadap dua peluncur rudal di Pulau Larak, Iran, memicu kenaikan harga minyak pada perdagangan Senin, 31 Agustus 2026.

Pergerakan pasar segera mencerminkan kekhawatiran terkait gangguan pasokan dari kawasan Teluk yang strategis.

Harga minyak Brent berjangka tercatat naik 1,08 Dolar AS atau 1,23 persen menjadi 89,18 Dolar AS per barel.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS menguat 92 sen atau 1,10 persen menjadi 84,32 Dolar AS per barel.

Kenaikan tersebut didorong oleh aksi militer terbaru yang menjadi serangan AS pertama yang dilaporkan menyasar wilayah Iran di kawasan Teluk sejak akhir Juli.

Garda Revolusi Iran (IRGC) menyatakan, “Iran membalas dengan menyerang dua pangkalan udara AS di Yordania.”

Fokus pasar tetap tertuju pada Selat Hormuz, jalur pelayaran yang sebelumnya dilewati sekitar seperlima perdagangan minyak dunia.

Negosiasi untuk membuka kembali Selat Hormuz masih mandek, sehingga pasar memperhitungkan risiko berlanjut terhadap pasokan global.

Data perkapalan menunjukkan aktivitas sangat terbatas di Selat Hormuz selama akhir pekan.

Jumlah kapal komoditas yang melintas hanya sekitar lima kapal per hari, menurut catatan pelayaran.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

Avatar of khasanah

Penulis

jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.

expand_less