Nia Purnakania Harap Seluruh Pihak Pastikan Stabilitas Distribusi dan Harga Bahan Pokok
- account_circle Bobby Suryo
- calendar_month 26 Februari 2026, 14:19 WIB
- visibility 930
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Hasanah.id — Memasuki bulan puasa, Anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi PDI Perjuangan, Hj. Nia Purnakania, SH., M.Kn. mengingatkan pentingnya memastikan stabilitas distribusi dan harga bahan pokok di seluruh wilayah Jawa Barat. Ia menegaskan bahwa momentum Ramadan kerap diikuti peningkatan permintaan kebutuhan pangan, sehingga diperlukan langkah antisipatif agar tidak terjadi lonjakan harga yang memberatkan masyarakat.
Menurut Nia, pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan harus memperkuat koordinasi untuk menjaga kelancaran pasokan.
“Setiap memasuki bulan puasa, kebutuhan masyarakat terhadap beras, minyak goreng, gula, daging, dan komoditas penting lainnya meningkat. Karena itu, distribusi harus dipastikan lancar dan harga tetap terjangkau,” ujarnya, Kamis (26/2).
Ia menambahkan, pengawasan di tingkat distributor hingga pasar tradisional perlu diperketat guna mencegah praktik penimbunan atau spekulasi harga. Selain itu, Nia juga mendorong optimalisasi peran BUMD pangan dan kerja sama dengan daerah penghasil untuk menjamin ketersediaan stok. Dengan langkah tersebut, gejolak harga diharapkan dapat ditekan sejak dini.
Nia menilai stabilitas harga bahan pokok merupakan bagian dari upaya menjaga daya beli masyarakat.
“Terlebih di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih, lonjakan harga dapat berdampak langsung pada kesejahteraan warga, khususnya kelompok berpenghasilan rendah,” tegasnya.
Ia juga meminta dinas terkait rutin melakukan pemantauan harga di pasar serta menyampaikan laporan secara terbuka kepada publik. Transparansi, kata dia, penting agar masyarakat mengetahui kondisi riil di lapangan dan tidak terpengaruh isu-isu yang dapat memicu kepanikan belanja.
“Jangan sampai ada kekhawatiran berlebihan yang justru membuat masyarakat membeli dalam jumlah besar. Jika distribusi dan stok aman, maka harga akan relatif stabil,” tuturnya.
Selain pengawasan dan koordinasi, Nia mendorong pelaksanaan operasi pasar murah di sejumlah titik strategis, terutama di wilayah dengan potensi kenaikan harga tinggi. Langkah tersebut diyakini dapat membantu menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan selama Ramadan.
Ia berharap seluruh pihak, mulai dari pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, pelaku usaha, hingga aparat pengawas, dapat bersinergi memastikan kebutuhan pokok masyarakat terpenuhi dengan baik.
“Memasuki bulan puasa harus menjadi momentum memperkuat solidaritas dan kepedulian. Stabilitas harga dan distribusi bahan pokok adalah tanggung jawab bersama,” pungkasnya.
- Penulis: Bobby Suryo



