Ika Siti Rahmatika Soroti Kontroversi Lagu Bupati Purwakarta, Tegaskan Karya Seni Tak Boleh Merendahkan Martabat Perempuan
- account_circle Bobby Suryo
- calendar_month Kamis, 2 Jul 2026 15:54 WIB
- visibility 1.370
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak bersikap diam ketika menemukan tindakan maupun situasi yang merendahkan martabat manusia, terutama terhadap perempuan. Sikap kritis, kata Ika, merupakan bagian dari upaya membangun budaya yang menghormati kesetaraan dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
“Jangan pernah menganggap biasa ketika ada tindakan yang merendahkan perempuan. Kepedulian masyarakat menjadi bagian penting dalam menciptakan ruang publik yang aman, saling menghormati, dan bebas dari diskriminasi,” tegasnya.
Ika menambahkan, polemik ini sekaligus membuka ruang diskusi mengenai batas kebebasan berekspresi dalam karya seni, tanggung jawab pejabat publik dalam menyampaikan pesan kepada masyarakat, serta pentingnya perspektif kesetaraan gender dalam ruang budaya.
Sebagai informasi, lagu Lalaki Langit Lalanang Bejad pertama kali diunggah melalui akun TikTok pribadi Om Zein pada 18 Januari 2026. Namun lagu tersebut baru menjadi viral setelah dibawakan dalam acara Hajat Bumi di Purwakarta pada akhir Juni 2026. Sejak saat itu, liriknya yang dianggap vulgar dan bernuansa misoginis memicu perdebatan luas di media sosial.
Bagi Ika, perbedaan pandangan terhadap sebuah karya merupakan hal yang wajar di era digital.
- Penulis: Bobby Suryo




