Diah Fitri Maryani: Hari Juang Polri Momentum Memperkuat Pengabdian dan Kedekatan dengan Rakyat
- account_circle Bobby Suryo
- calendar_month Jumat, 21 Agt 2026 13:59 WIB
- visibility 705
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Diah berharap peringatan Hari Juang Polri dapat menjadi ruang refleksi bagi seluruh jajaran kepolisian untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memperkuat hubungan dengan masyarakat.
“Polri adalah bagian penting dari perjalanan bangsa. Karena itu, sudah saatnya Polri menjaga dan membangun lembaga kepolisian yang dekat dengan rakyat, mengayomi, profesional dalam menjalankan tugas, dan konsisten menjaga persatuan serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tutur Diah.
Ia juga mengajak masyarakat menjadikan Hari Juang Polri sebagai momentum untuk menghargai jasa para pendahulu sekaligus membangun kolaborasi antara masyarakat, kepolisian, dan seluruh elemen bangsa dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif.
Hari Juang Polri memiliki akar sejarah pada 21 Agustus 1945 di Surabaya. Saat itu, Inspektur Polisi Kelas I Moehammad Jasin memimpin Polisi Istimewa dan membacakan Proklamasi Polisi sebagai pernyataan kesetiaan kepada Republik Indonesia yang baru saja memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.
Peristiwa tersebut menjadi titik penting dalam perjalanan kepolisian Indonesia. Setelah pembacaan Proklamasi Polisi, para anggota Polisi Istimewa tidak hanya menyatakan sikap politik, tetapi juga mengambil tindakan nyata dalam mempertahankan kemerdekaan, antara lain melucuti persenjataan Jepang, menyalurkan senjata kepada badan-badan perjuangan, serta membantu perjuangan di berbagai wilayah.
- Penulis: Bobby Suryo




