Alissa Wahid Kritik Pembiaran Kasus Pagar Laut oleh Penyelenggara Negara
- account_circle Bobby Suryo
- calendar_month Kamis, 30 Jan 2025
- visibility 33
- comment 0 komentar
- print Cetak

Hj Alissa Qotrunnada Munawaroh (Foto: dok NU Online)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Hasanah.id – Alissa Qotrunnada Wahid, putri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, menilai polemik pagar laut merupakan konsekuensi dari praktik korupsi yang masih marak di Indonesia.
“Ada pembiaran yang dilakukan oleh penyelenggara negara, sehingga permasalahan ini menjadi bukti nyata dari perilaku koruptif yang terjadi,” ujar Alissa di Menteng, Jakarta, Selasa (28/1).
Menurutnya, korupsi tidak hanya terbatas pada penggelapan dana atau anggaran negara, tetapi juga melibatkan penyalahgunaan wewenang oleh pemerintah.
“Ketika aparatur negara di daerah tidak memiliki kepekaan atau justru secara diam-diam membiarkan permasalahan ini terjadi, tentu ini menimbulkan pertanyaan besar,” tambahnya.
Alissa mendesak pemerintah untuk melakukan evaluasi mendalam guna mengidentifikasi akar persoalan yang menyebabkan munculnya konflik terkait pagar laut.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah perlu menelusuri secara rinci titik-titik pelanggaran dalam kasus ini agar dapat diselesaikan dengan transparan.
Lebih lanjut, Alissa mengingatkan bahwa polemik ini harus dijadikan pelajaran bersama agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
“Yang paling krusial saat ini adalah bagaimana pemerintah mengambil keputusan terkait langkah selanjutnya. Bukan sekadar mencari siapa yang bertanggung jawab di masa lalu, tetapi fokus pada tanggung jawab yang ada di pemerintahan saat ini,” pungkasnya.
- Penulis: Bobby Suryo



