Andhika Pratama Ingatkan Pejabat Tak Bersikap Emosional Menanggapi Kritik
- account_circle Hasanah 014
- calendar_month Selasa, 2 Sep 2025
- visibility 45
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
HASANAH.ID – Andhika Pratama menyampaikan pesan khusus kepada para pejabat negara di tengah gelombang kerusuhan yang melanda sejumlah daerah di Indonesia dalam beberapa hari terakhir. Pernyataan tersebut ia ungkapkan saat menjadi pembawa acara Brownis pada Sabtu (30/8), menggantikan Ruben Onsu yang sedang menunaikan ibadah umrah.
Presenter tersebut menuturkan bahwa kejadian tragis yang menewaskan Affan Kurniawan akibat terlindas kendaraan taktis Brimob pada 28 Agustus 2025 meninggalkan duka mendalam baginya. Ia meminta agar para pejabat tidak merespons kritik publik dengan pernyataan yang dinilainya kurang tepat.
“Satu lagi mungkin pesan saya pribadi untuk bapak dan ibu yang terhormat yang duduk di atas sana, dan punya kendali atas semua ini, di antara bapak dan ibu ada teman saya juga, ada abang saya juga, ada saudara dan kakak kita yang sedang bertugas,” kata Andhika.
Ia menekankan bahwa para pejabat seharusnya mampu menjaga amanah publik tanpa mengeluarkan reaksi yang justru menambah ketegangan di masyarakat.
“Kami tahu tugas kalian berat, yang ingin saya sampaikan adalah sebisa mungkin stop beri reaksi-reaksi ‘konyol’ terhadap kritik dari masyarakat terhadap kinerja kalian,” lanjutnya.
Andhika menambahkan bahwa pernyataan publik seharusnya disampaikan dengan bijak dan tidak menyinggung perasaan masyarakat yang sedang sensitif.
“Karena memang kami memberi amanah ini kepada kalian, jadi kami harap kalian bisa menjaga amanah dari kami semua,” tegas suami Ussy Sulistiawati itu.
Ia kembali mengingatkan bahwa setiap kritik yang muncul sebaiknya dijawab dengan respons konstruktif, bukan pernyataan yang memicu amarah.
“Dan ketika kritik terus berdatangan, ada baiknya bereaksilah dengan baik, tanpa harus memberikan statement-statement yang, maaf, saya harus bilang konyol di sosial media sehingga memicu amarah dari banyak orang,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Wendy Cagur turut menyampaikan perasaannya mengenai situasi yang terjadi. Komedian tersebut mengaku tak kuasa menahan air mata saat menyoroti sejumlah kebijakan dan insiden yang memicu keresahan publik.
“Semoga ini diusut tuntas,” ujar Wendy. “Kita mau yang terbaik untuk Indonesia, kita enggak mau ada korban dari saudara-saudara kita.”
Gelombang demonstrasi yang bermula dari protes terkait tunjangan DPR berkembang menjadi tuntutan yang lebih luas, termasuk reformasi kepolisian, investigasi kematian Affan Kurniawan, hingga penghentian tindakan represif aparat. Presiden Prabowo pun menyampaikan seruan agar masyarakat menyalurkan aspirasi secara damai dan pihak berwenang menjaga keamanan dengan profesional.
Sejumlah anggota dewan bahkan dinonaktifkan oleh partainya karena pernyataan mereka dianggap memicu kemarahan publik. Di antaranya adalah Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach dari Partai NasDem, Uya Kuya dan Eko Patrio dari PAN, serta Adies Kadir dari Golkar.
- Penulis: Hasanah 014



