HASANAH.ID, NASIONAL – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan mengebom Iran jika negara itu tidak menerima tuntutan AS terkait pembatasan program nuklirnya. Ancaman ini disampaikan setelah Iran menolak melakukan negosiasi secara langsung dengan AS.
Trump menyatakan akan memberi Iran waktu beberapa pekan untuk mencapai kesepakatan. “Jika tidak membuat kesepakatan, akan ada pengeboman. Pengeboman ini tidak akan seperti yang pernah mereka lihat sebelumnya,” kata Trump dalam sebuah wawancara.
Selain ancaman militer, Trump juga mengungkapkan rencana menerapkan kembali tarif sekunder terhadap Iran, seperti yang dilakukan pada periode sebelumnya. Tarif sekunder merupakan sanksi yang diberikan kepada negara-negara yang berdagang dengan pihak yang menjadi sasaran sanksi AS.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menanggapi ancaman ini dengan menegaskan bahwa Iran menolak negosiasi langsung jika dilakukan di bawah tekanan.
“Negosiasi langsung sudah ditolak, tetapi Iran selalu terlibat dalam negosiasi tidak langsung,” ujarnya.