Atalarik Syach Protes Eksekusi Rumah Saat Sengketa Belum Inkrah
- account_circle Hasanah 012
- calendar_month Jumat, 16 Mei 2025
- visibility 47
- comment 0 komentar
- print Cetak

Tangkapan foto Atalarik Syach. (Sumber: Instagram Atalarik Syach)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
HASANAH.ID, LIFESTYLE – Atalarik Syach merasa didzalimi saat rumahnya di Cibinong, Jawa Barat di acak-acak karena masalah sengketa. Pada unggahan video di Instagram Story pribadinya ia menampilkan aparat dan petugas datang ke kediamannya.
Dirinya berusaha menghalau dan sempat berdebat dengan para eksekutor. Ia juga sempat menyebut nama Prabowo Subianto dan Dedi Mulyadi mengenai nasibnya. Ia protes karena proses peradilan masih berjalan.
“Saya lagi dizalimi. Saya berjuang untuk mempertahankan tanah saya dari tahun 2015. Tanah ini, wilayah ini dibeli dari tahun 2000,” ucap Atalarik dalam video tersebut, Kamis (15/5/2025).
Eksekusi ini juga tidak disebut dalam surat pemberitahuan dan saat ia bertanya tidak ada yang menjawab. Kondisi rumah telah diratakan dari gugatan yang belum inkrah upaya hukum yang yang baru.
“Saya yang orang kecil, cuma artis, dizalimi seperti ini. Padahal belum inkrah, masih ada gugatan, lagi dirapihin. Saya bukan penipu, bukan penjahat, gampang cari saya, tapi saya gak dapat ruang untuk itu,” ujarnya.
Ia juga mengatakan bahwa dirinya berusaha melakukan mediasi di lokasi namun eksekusi tetap dilakukan.
Permasalahan sengketa tanah ini sudah ada sejak 2016 dan dia terjerat kasus sengketa tanah seluas 7.000 m2 atas rumah yang ditempati. Ia merasa bahwa proses pembelian tanahnya sudah benar.
“Saya menempati tempat itu sudah 15 tahun. Tiba-tiba ada yang mengganggu. Saya sudah bangun pagar dari 2003. Kenapa gak dari dulu (dipermasalahkan)? Kalau itu emang barang berharga, pasti ada complain,” kata Atalarik, Selasa (18/10/2016).
- Penulis: Hasanah 012



