Babak Baru Kasus Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Bandung, Polisi Selidiki Dugaan Kelalaian Fatal
- account_circle MFC Team
- calendar_month Rabu, 15 Apr 2026 11:01 WIB
- visibility 286
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kronologi yang Menggetarkan Hati: Antara Firasat dan Kenyataan
Tragedi ini bermula ketika Nina Saleha (27), seorang ibu asal Cimahi, tengah mendampingi bayinya yang dirawat di ruang NICU RSHS akibat penyakit kuning. Setelah berjam-jam berjaga, Nina dan suaminya sempat keluar ruangan sebentar untuk mencari makan.
Namun, perasaan seorang ibu memang tidak pernah bohong. Di tengah makan, Nina mengaku merasakan firasat yang sangat tidak enak. Ia pun memutuskan segera kembali ke ruang perawatan. Betapa hancurnya hati Nina saat mendapati inkubator bayinya sudah kosong melompong.
Dalam kondisi panik, ia melihat bayinya tengah berada dalam gendongan seorang perempuan tak dikenal. Sang perawat diduga telah menyerahkan bayi tersebut kepada orang lain karena alasan “salah panggil” atau keteledoran administratif.
“Hati saya hancur melihat anak saya sudah digendong orang lain. Kalau saya tidak segera kembali, mungkin saya tidak akan pernah melihat anak kandung saya lagi,” tutur Nina dengan nada bergetar saat ditemui wartawan beberapa waktu lalu.
Somasi dan Tuntutan Transparansi
Ketidakpuasan keluarga Nina memuncak saat merasa pihak rumah sakit kurang transparan dalam menangani insiden ini. Didampingi kuasa hukumnya, Mira Widyawati, Nina telah melayangkan somasi resmi kepada direksi RSHS pada Senin (13/4/2026).
Keluarga menuntut beberapa poin krusial, di antaranya:
- Penulis: MFC Team




