Babak Baru Kasus Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Bandung, Polisi Selidiki Dugaan Kelalaian Fatal
- account_circle MFC Team
- calendar_month Rabu, 15 Apr 2026 11:01 WIB
- visibility 287
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Transparansi Rekaman CCTV: Keluarga ingin melihat kronologi lengkap saat bayi tersebut diserahkan kepada orang asing.
Tes DNA: Untuk memastikan secara medis bahwa bayi yang mereka bawa pulang benar-benar anak kandung mereka.
Tindakan Tegas: Sanksi nyata bagi perawat dan petugas yang lalai agar kejadian serupa tidak terulang kembali pada orang tua lain.
RSHS Memohon Maaf, Janji Evaluasi
Menanggapi gejolak ini, pihak manajemen RSHS melalui Direktur Utama, Rachim Dinata Marsidi, telah menyampaikan permintaan maaf. Pihak rumah sakit mengakui adanya kesalahan komunikasi dan keteledoran dari oknum perawat.
RSHS berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan dan prosedur di ruang perawatan bayi. Kendati demikian, proses hukum yang kini berjalan di kepolisian akan terus bergulir untuk membuktikan ada tidaknya unsur kesengajaan atau kelalaian berat (culpa).
Mengapa Berita Ini Penting?
Kasus “bayi nyaris tertukar” ini bukan sekadar berita kriminal biasa, melainkan sebuah pengingat keras bagi institusi kesehatan untuk tidak pernah main-main dengan prosedur keselamatan pasien. Nyawa dan identitas seorang anak adalah amanah yang tidak boleh ditukar dengan alasan apa pun.
Bagi masyarakat Jawa Barat, khususnya para orang tua, transparansi dalam penyelidikan ini sangat dinantikan agar rasa aman saat menitipkan buah hati di fasilitas kesehatan tetap terjaga.
Pantau terus perkembangan kasus ini hanya di Hasanah.id, kami akan terus mengabarkan dengan hati, mengawal keadilan hingga tuntas.
- Penulis: MFC Team




