Banjir Bandang dan Longsor Sumatera Utara Dampak Deforestasi Ugal-ugalan

HASANAH.ID – JAKARTA. Banjir bandang dan longsor yang terjadi di Sumatera Utara dilaporkan merenggut 116 korban meninggal dan 42 orang hilang. sementara 28.427 orang mengungsi ketempat yang lebih aman.
Ramai beredar di media sosial, banjir bandang yang membawa material kayu gelondongan menuai Kecaman atas dugaan sebagai pelaku terjadinya bencana longsor.
Bahkan pegiat lingkungan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sumatera Utara, menuding deforestasi telah terjadi secara ugal-ugalan.
Hal itu disampaikan Rianda Purba, Direktur Eksekutif Walhi Sumatra Utara. Menurutnya, mendasarkan pendapatnya pada sejumlah video yang memperlihatkan batang-batang pohon hanyut bersama terjangan banjir bandang.
“Di Kecamatan Batang Toru, yang meluap itu Sungai Batang Toru. Di hulunya ada tiga sumber aliran air yang tutupan hutannya sebagian sudah hilang,” kata Rianda.
Walhi menuding PT Agincourt Resources bertanggung jawab atas deforestasi di Batang Toru. Perusahaan ini memegang konsesi berdurasi 30 tahun tambang Martabe seluas 130.253 hektare yang diterbitkan pemerintah pada 1997.







