Hanya saja, ada aturan khusus bagi peneliti luar negeri yang ingin melakukan penelitian di Indonesia.
“Namun demikian kalau melakukan penelitian di Indonesia kita ada mekanisme yang harus ditempuh melewati proses perizinan di Kementerian Ristekdikti,” katanya.
Beberapa peneliti yang mempunyai ketertarikan untuk mengetahui penyebab tsunami di Selat Sunda tidak hanya berasal dari negeri tetangga saja bahkan hingga ke negara di ujung dunia.
“Ada dari Amerika Serikat, dari India, dari Singapura. Mereka sangat berminat melihat sejauh mana bagaimana ini bisa terjadi. Karena ini kan dampaknya implikasinya bisa luas,” katanya.
Selain itu terkait peristiwa tsunami tersebut Presiden juga memberikan tanggapan.
Pasalnya selepas terjadinya tsunami pada sabtu dini hari tersebut dikabarkan akan muncul lagi tsunami susulan.
Nampak dari kabar tsunami susulan tersebut menambah membuat panik masyarakat dan relawan yang berada disana.
Mereka berlarian untuk mencari tempat yang aman dan tentunya yang lebih tinggi.