Kemenperin Lakukan Kerja Sama Industri 4.0 dengan Taiwan
- account_circle khasanah
- calendar_month Minggu, 26 Mei 2019 09:24 WIB
- visibility 508
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Bahkan, pada 2025, Indonesia juga bakal membutuhkan sebanyak 17 juta tenaga kerja baru yang melek teknologi. Maka itu, mereka memerlukan skill baru, termasuk talenta yang berbeda dengan yang dimiliki sekarang. Di sektor manufaktur, diperkirakan akan bertambah 4,5 juta orang tenaga kerjsa, sedangkan 12,5 juta pekerja lainnya untuk sektor jasa pendukung industri.
“Program reskilling, retraining, vokasi dan politeknik menjadi prioritas pemerintah,” jelasnya. Untuk itu, menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas merupakan program prioritas Presiden Joko Widodo untuk periode kedua.
Bidik investasi
Selain berkolaborasi dengan lembaga teknologi Taiwan, Kemenperin juga membidik muculnya investasi-investasi baru bidang industri dari negara berjuluk Naga Kecil Asia tersebut. Menurut Menperin, pemerintah Indonesia sedang konsen memberikan tax holiday dan fasilitas lain yang dibutuhkan oleh para investor. Terutama sektor-setor yang dapat membuka lapangan kerja banyak, menjadi substitusi impor, serta meningkatkan ekspor.
“Kebutuhan di sektor-sektor tersebut merupakan pertimbangan pemerintah untuk membuka kesempatan investasi. Dengan ini, para investor dapat memperoleh keuntungan dalam berbisnis, tidak hanya untuk memenuhi pasar ekspor, tetapi juga memasok pasar domestik yang luas,” jelasnya.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




