Hampir Sebulan 8 Wilayah di Kota Cimahi Krisis Air Bersih
- account_circle khasanah
- calendar_month Sabtu, 13 Jul 2019 13:01 WIB
- visibility 380
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Yani (64) warga sekitar mengatakan, kekeringan yang terjadi selama satu bulan terakhir di Cimahi membuat air bersih sulit didapatkan. Bahkan sumur yang berada di rumahnya telah lama surut.

“Barusan saya membawa empat jeriken, masih ada dua jeriken lagi di rumah,” katanya di lokasi distribusi air.
Ia mengatakan, dalam sehari keluarganya membutuhkan setidaknya sepuluh jeriken untuk memenuhi kebutuhan memasak dan mencuci. “Kalau enggak ada bantuan, paling beli air. Seribu rupiah perjerikennya,” ujarnya.
Dadang Suherman, Ketua RT 01 mengatakan sedikitnya ada 138 KK yang membutuhkan bantuan air bersih di wilayahnya. “Memang tak semua warga kekurangan air bersih,” kata Dadang.
Ia mengatakan telah dua kali melaporkan perlunya bantuan air bersih ke kelurahan. “Alhamdulillah respon dari kelurahan dan dinas terkaitnya cepat, dalam seminggu terakhir sudah dua kali datang ke sini truk airnya,” katanya.
Dadang mengatakan, sebenarnya di wilayahnya ada bantuan pemerintah berupa sumur dangkal berikut mesin penyedot air, namun hasilnya masih belum optimal.
“Paling dalam sehari hanya bisa 40 jeriken maksimalnya, soalnya harus menunggu airnya tertampung dulu di toren, kalau langsung menyedot dari bawah mesinnya bisa rusak,” katanya.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.



