Reaktivasi Tegalluar-Stasiun Bandung Ditargetkan Selesai Mei 2021
- account_circle khasanah
- calendar_month Selasa, 23 Jul 2019 14:02 WIB
- visibility 451
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kereta api Tegalluar-Bandung ditargetkan akan melayani empat stasiun yakni Stasiun Tegalluar, Stasiun Laswi, Stasiun Aljabbar dan Stasiun Bandung dengan jarak tempuh total sejauh 16,2 km.
Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Jawa Barat, Iwa Karniwa saat memimpin rapat terkait pembangunan Kereta Api Perkotaan Trase Tegalluar-Stasiun Bandung dan reaktivasi empat jalur kerata api Jawa Barat di Ruang Rapat Ciremai Gedung Sate.
“Berkecepatan operasional 70 km/jam (Bandung-Cimekar) dan 55 km/jam (Cimekar-Tegalluar), sehingga rata-rata kecepatan 65 km/jam. Waktu tempuhnya 27 menit dan waktu naik turunya penumpang 5 menit, rencana investasi totalnya Rp3,96 triliun,” ucap Iwa, Selasa (23/7).
Dikatakan Iwa, kapasitas angkut per hari bisa mencapai 16 ribu penumpang dari dua arah yang terdiri dari empat rangkaian.
“Nantinya, jalur tersebut terkoneksi dengan jalur Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) dengan Stasiun Tegalluar sebagai stasiun transitnya,” katanya.
Selain itu, mengenai rapat teknis khususnya dengan Jasa Marga, akan dilakukan lebih lanjut untuk sinkronisasi masterplan jalan tol dalam kota maupun jalan tol jaringan Bandung Raya.
Namun, kata Iwa, ada beberapa hal yang menjadi catatan, di antaranya taraf banding dengan KCIC, kajian fly over atau underpass di persimpangan jalan raya, hingga penambahan implan semen di Stasiun Laswi dan Aljabbar.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




