Ojek Online Kecam Bos Blue Taksi
- account_circle khasanah
- calendar_month Selasa, 3 Sep 2019 14:10 WIB
- visibility 372
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kepala Subbagian Pelayanan Informasi Biro Humas dan Keprotokolan Setda Pemprov Jabar Akhmad Taufiqurrachman merespon tuntutan yang disuarakan massa aksi. Akhmad menjelaskan isu ini merupakan ranah politik luar negeri yang menjadi ranah dari pemerintah pusat.
Pemprov Jabar akan menerima aspirasi yang disampaikan massa driver ojol. “Untuk itu upaya-upaya yang akan kami lakukan adalah menerima berbagai aspirasi tuntutan dari ojek online. Semuanya kami akan sampaikan secara tertulis ke Pemerintah Republik Indonesia, dalam hal ini ke Kementerian Luar Negeri untuk segera diteruskan,” ucap Akhmad.
Pernyataan Ismail membuat banyak orang Indonesia tersulut emosi, demikian pula pengendara Gojek. “Kemiskinan di Indonesia terlalu tinggi, gaji tak tinggi. Malaysia tidak bisa seperti itu. Anak muda (Malaysia) bukan miskin, tak datang dari keluarga miskin. Kenapa kita mau menjatuhkan marwah mereka sehingga menjadi tukang Gojek,” ujar Ismail.
Setelah itu Ismail meminta maaf atas komentarnya itu. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pun dibuat gerah dengan ulah bos taksi Malaysia tersebut. Pihaknya akhirnya menyampaikan keberatan ke Kementerian Transportasi Malaysia.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




