Anggaran Covid-19 di Kota Cimahi Dari Total 195 Miliar Baru Terserap 36 Persen
- account_circle kusnadi
- calendar_month Sabtu, 12 Sep 2020 16:46 WIB
- visibility 257
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kantor Pemerintahan Kota Cimahi
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sementara, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Cimahi, Achmad Nuryana mengungkapkan, refocusing dan realokasi anggaran mendapat arahan langsung dari pemerintah pusat. Anggaran tersebut dipangkas dari program dan kegiatan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkot Cimahi.
“Jadi yang refocusing dari SKPD, seperti dari belanja modal, belanja barang dan jasa difokuskan ke BTT,” jelas Achmad.
Ia mengatakan, anggaran BTT yang sudah terserap digunakan untuk berbagai penanganan Covid-19. Seperti belanja Jaring Pengaman Sosial (JPS) atau bantuan untuk masyarakat terdampak dan pengadaan di bidang kesehatan. “Misal, pengadaan alat rapid test, APD,” ucapnya.
Untuk anggaran BTT tersisa, beber Achmad, akan menunggu petunjuk dari pemerintah pusat berdasarkan perkembangan kasus virus korona. Namun jika tidak terserap tahun ini, maka akan menjadi Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA).
“Tergantung keputusan pusat saja dan lihat perkembangan. Mudah-mudahan kasusnya menurun, status daruratnya dicabut,” ujarnya.
Perihal untuk pemulihan ekonomi, lanjut Achmad, masih dilakukan pembahasan bersama SKPD terkait untuk mencari formulasi penanganannya.
“Kita lihat formulasinya seperti apa, harus disepakati,” tandasnya.
- Penulis: kusnadi




