Cimahi Memilih: Pengamat Politik Sebut Masyarakat Adalah Filter Pertama Memutus Potensi Kasus Korupsi
- account_circle Unggung Rispurwo
- calendar_month Jumat, 16 Agt 2024 15:56 WIB
- visibility 309
- comment 0 komentar
- print Cetak

Cimahi Memilih menghadirkan Narasumber, Asep Taryana dan Kanda Kurniawan sebagai pengamat politik kota Cimahi, Kamis malam 15 Agustus 2024.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Disinggung terkait sistem pengawasan sesuai fungsi dari wakil rakyat atau DPRD Kota Cimahi, Asep Taryana menyebutkan jika batasan legislator tidak memiliki kewenangan mengawasi secara utuh.
“Sebagai wakil rakyat anggota DPRD memiliki fungsi pengawasan dengan lebih menekankan pada segi hubungan antara pengguna kekuasaan oleh eksekutif dengan kondisi kehidupan rakyat di daerah. Dalam pengawasan terhadap peraturan daerah dan perundang-undangan yang berlaku misalnya, DPRD tidak dapat membatalkan sebuah peraturan kepala daerah ketika diketahui tidak sejalan dengan peraturan daerah,” ujar mantan anggota DPRD kota Cimahi ini.
Senada dengan Asep Taryana, Pengamat Politik Kota Cimahi Kanda Kurniawan menegaskan, dalam upaya memutus mata rantai kasus korupsi yang kerap menimpa kepala daerah, peran serta masyarakat memiliki fungsi pengawasan yang lebih efektif.
“Sederhana saja, sebetulnya peran dan fungsi dari masyarakat untuk menyaring, mengkaji atau menentukan calon pemimpin Kota Cimahi sangat mempengaruhi proses perwujudan calon pemimpin yang berintegritas, jujur, adil dan pro rakyat. Pilkada ini menjadi momentum penting memutuskan mata rantai kasus korupsi di Kota Cimahi dengan cara masyarakat memilih calon pasangan Walikota yang memiliki kualitas, profesional, Jujur dan berintegritas tinggi,” ujar Kanda Kurniawan.
- Penulis: Unggung Rispurwo




