Cimahi Memilih: Pengamat Politik Sebut Masyarakat Adalah Filter Pertama Memutus Potensi Kasus Korupsi
- account_circle Unggung Rispurwo
- calendar_month Jumat, 16 Agt 2024 15:56 WIB
- visibility 310
- comment 0 komentar
- print Cetak

Cimahi Memilih menghadirkan Narasumber, Asep Taryana dan Kanda Kurniawan sebagai pengamat politik kota Cimahi, Kamis malam 15 Agustus 2024.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Menurutnya, ada pemahaman yang harus dimiliki aparat penegak hukum juga masyarakat terkait persoalan hukum atau korupsi.
Ia menuturkan, potensi terjadinya pelanggaran hukum atau korupsi lebih besar justru banyak di tingkat birokrat. Karena merekalah sebagai pengguna anggaran langsung.
“Kepala daerah, atau anggota DPRD hanya lima tahun usianya, tetapi coba kita telaah, justru para birokrat atau Kedinasan di pemerintahan yang sudah belasan bahkan puluhan tahun menggunakan dan mengelola anggaran. Tentu saja mereka lebih paham, disinilah poin penting bagi APH, media dan elemen masyarakat lainnya harus mampu melakukan peran pengawasannya,” tuturnya.
Kanda sepakat jika Pilkada ini merupakan momentum mengembalikan kepercayaan publik terhadap Calon Walikota Cimahi.
“Saya kira masyarakat kota Cimahi sudah lebih cerdas dalam menghadapi Pilkada tahun ini, karena ini (Pilkada:red) merupakan momentum Pesta Demokrasi dalam upaya mengembalikan kepercayaan masyarakat. Akses informasi sudah sangat mudah diperoleh, di era digitalisasi ini, masyarakat bisa dengan mudah menilai para calon pemimpin yang memiliki kualitas, kapabilitas, integritas, jujur, merakyat, memiliki visi berkelanjutan menuju Indonesia Emas,” ujar Kanda.
- Penulis: Unggung Rispurwo




