Pemusnahan Amunisi di Garut Berujung Petaka, Tewaskan 13 Orang
- account_circle Hasanah 014
- calendar_month Rabu, 14 Mei 2025 14:13 WIB
- visibility 268
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi Ledakan
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
HASANAH.ID – Insiden ledakan dalam proses pemusnahan amunisi kedaluwarsa di Pantai Cibalong, Garut, Jawa Barat, pada Senin (12/5) pagi menewaskan 13 orang, termasuk sembilan warga sipil. Kejadian tersebut memicu pertanyaan dari pengamat militer mengenai penerapan prosedur keamanan dan sosialisasi risiko kepada masyarakat.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 09.30 WIB saat personel dari Gudang Pusat Amunisi (Gupusmu) III, Pusat Peralatan TNI Angkatan Darat (Puspalad), melaksanakan pemusnahan amunisi tidak layak pakai. Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad), Brigadir Jenderal Wahyu Yudhayana, menjelaskan bahwa ledakan mendadak terjadi saat tim tengah menyusun detonator di salah satu lubang yang telah disiapkan.
“Saat penyusunan detonator di lubang terakhir, terjadi ledakan mendadak yang menewaskan 13 orang,” jelas Wahyu dalam konferensi pers.
Seluruh korban telah dibawa ke RSUD Pameungpeuk untuk proses identifikasi dan penyelidikan. Empat korban merupakan personel TNI, sementara sembilan lainnya adalah warga sipil dari sekitar lokasi.
Di antara korban militer terdapat Kolonel Cpm Antonius Hermawan dan Mayor Cpl Anda Rohanda. Sementara dua lainnya adalah Kopral Dua Eri Priambodo dan Prajurit Satu Aprio Setiawan.
- Penulis: Hasanah 014




