Pemusnahan Amunisi di Garut Berujung Petaka, Tewaskan 13 Orang
- account_circle Hasanah 014
- calendar_month Rabu, 14 Mei 2025 14:13 WIB
- visibility 269
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi Ledakan
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Warga sipil yang meninggal dunia termasuk Agus bin Kasmin, Ipan bin Obur, Anwar, Iyus bin Inon, Iyus Rizal bin Saepuloh, Totok, Dadang, Rustiawan, dan Endang.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Brigadir Jenderal Kristomei Sianturi, menyampaikan bahwa kemungkinan terdapat ledakan susulan yang berasal dari sisa detonator yang belum sempat meledak secara sempurna. Ia juga menduga beberapa warga mendekati lokasi untuk mengumpulkan serpihan logam, seperti sisa granat atau mortir, yang bernilai ekonomis.
“Biasanya warga mencari serpihan logam bekas peledakan, seperti tembaga atau besi. Dugaan sementara, ada bahan peledak yang belum meledak sepenuhnya dan menimbulkan ledakan susulan,” ujarnya.
Meski begitu, Kristomei menegaskan bahwa penyelidikan masih berlangsung dan dugaan tersebut bersifat sementara.
Sementara itu, camat Cibalong, Dianavia Faizal, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mendapat pemberitahuan dari TNI sekitar satu pekan sebelum kegiatan pemusnahan dilakukan. Ia menambahkan bahwa kegiatan serupa memang kerap dilakukan di wilayah tersebut, dan masyarakat dianggap telah terbiasa.
Namun, hal ini justru menuai sorotan dari pengamat militer, Khairul Fahmi dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS). Ia menilai bahwa rutinitas semacam itu tidak seharusnya mengendurkan penerapan standar pengamanan yang ketat.
- Penulis: Hasanah 014




