Breaking News
Trending Tags

Sri Mulyani Angkat Bicara Soal Penjarahan Rumahnya

  • account_circle Hasanah 014
  • calendar_month Senin, 1 Sep 2025 19:13 WIB
  • visibility 117
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

HASANAH.ID – Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan pernyataan publik setelah kediamannya di kawasan Bintaro, Jakarta Selatan, dijarah oleh sekelompok orang tak dikenal pada Minggu (31/8). Ia mengungkapkan rasa terima kasih atas dukungan yang diberikan berbagai pihak sekaligus menegaskan pentingnya menjaga etika demokrasi tanpa aksi anarkis.

Sri Mulyani mengutarakan penghargaan kepada seluruh masyarakat yang menunjukkan simpati, doa, dan dukungan moral di tengah situasi sulit tersebut.

“Terimakasih atas simpati, doa, kata-kata bijak, dan dukungan moral semua pihak dalam menghadapi musibah ini,” ujarnya.

Ia menilai insiden yang dialami merupakan risiko dari tugas sebagai pejabat negara karena tidak semua pihak sependapat dengan kebijakan pemerintah.

“Saya memahami membangun Indonesia adalah sebuah perjuangan yang tidak mudah, terjal, dan sering berbahaya. Para pendahulu kita, telah melalui itu. Politik adalah perjuangan bersama untuk tujuan mulia kolektif bangsa, tetap dengan etika dan moralitas yang luhur. Sebagai pejabat negara saya disumpah untuk menjalankan UUD 1945 dan semua UU. Ini bukan ranah atau selera pribadi,” jelasnya.

Pejabat yang pernah menjabat di Bank Dunia tersebut menekankan bahwa pembentukan undang-undang dilakukan secara terbuka dan melibatkan banyak pihak. Ketidakpuasan terhadap kebijakan, kata dia, sebaiknya ditempuh melalui jalur hukum seperti uji materi di Mahkamah Konstitusi.

“Bila Pelaksanaan UU menyimpang dapat membawa perkara ke Pengadilan hingga ke Mahkamah Agung. Itu sistem demokrasi Indonesia yang beradab. Pasti belum dan tidak sempurna. Tugas kita terus memperbaiki kualitas demokrasi dengan beradab tidak dengan anarki, intimidasi serta represi,” tegasnya.

Sri Mulyani juga menegaskan bahwa seluruh tugasnya dijalankan dengan penuh integritas, profesionalisme, dan akuntabilitas.

“Ini adalah kehormatan dan sekaligus tugas luar biasa mulia. Tugas tidak mudah dan sangat kompleks, memerlukan wisdom, empati, kepekaan mendengar dan memahami suara masyarakat. Karena ini menyangkut nasib rakyat Indonesia dan masa depan bangsa Indonesia,” terangnya.

Lebih lanjut, ia menganggap kritik, sindiran, hingga makian dari publik merupakan bagian dari upaya pembenahan yang berkelanjutan bagi Kementerian Keuangan.

“Terimakasih kepada seluruh masyarakat umum termasuk netizen, guru, dosen, mahasiswa, media massa, pelaku usaha UMKM, Koperasi, usaha besar, dan semua pemangku kepentingan yang terus menerus menyampaikan masukan, kritikan, sindiran bahkan makian, juga nasihat. Juga doa dan semangat untuk kami berbenah diri. Itu adalah bagian dari proses membangun Indonesia,” katanya.

Sri Mulyani menutup pernyataannya dengan permintaan maaf sekaligus ajakan agar masyarakat menjaga keutuhan bangsa tanpa melakukan tindakan yang merusak.

“Mari kita jaga dan bangun Indonesia bersama, tidak dengan merusak, membakar, menjarah, memfitnah, pecah belah, kebencian, kesombongan, dan melukai dan mengkhianati perasaan publik. Kami mohon maaf, pasti masih banyak sekali kekurangan. Bismillah, kami perbaiki terus menerus,” pungkasnya.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

  • Penulis: Hasanah 014
expand_less