Donald Trump Berpotensi Dilengserkan karena Jefrrey Epstein?
- account_circle Friska Putri Aryananta
- calendar_month Senin, 9 Feb 2026 10:31 WIB
- visibility 301
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Tekanan politik dari internal Partai Republik maupun oposisi membuat Trump berada di posisi sulit. Puncaknya terjadi pada November 2025, ketika ia menandatangani aturan yang memberi kewenangan luas kepada Jaksa Agung untuk membuka seluruh arsip rahasia terkait Epstein.
Begitu kalender berganti ke Januari 2026, dokumen-dokumen sensitif mulai mengalir ke ruang publik berbarengan dengan meningkatnya ketegangan global yang melibatkan Amerika Serikat.
Dianalogikan dengan “What the Dog”?
Sejumlah pengamat melihat waktu kemunculan arsip itu terasa janggal. Media internasional, termasuk Sidney Morning Herald, bahkan menyamakan situasi ini dengan film “Wag the Dog”: krisis eksternal diciptakan demi menenggelamkan masalah domestik.
Sorotan mengarah pada beberapa langkah agresif pemerintahan Donald Trump belakangan ini.
Mulai dari operasi penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dengan tuduhan narkoterorisme, padahal banyak pihak menilai ia bukan ancaman langsung bagi keamanan Amerika. Lalu muncul kembali isu lama klaim atas Greenland yang memicu gesekan diplomatik dengan Denmark dan negara-negara Eropa.
Belum lagi pengerahan kekuatan militer di Teluk Persia untuk menekan Iran dengan langkah yang membuat banyak negara khawatir konflik besar di Timur Tengah bisa meletus kapan saja.
Sejarah mencatat pola serupa. Pada 1998, Bill Clinton melancarkan serangan ke Afghanistan dan Sudan saat dirinya terhimpit skandal Monica Lewinsky dan ancaman pemakzulan.
- Penulis: Friska Putri Aryananta




