Breaking News
Trending Tags

Donald Trump Berpotensi Dilengserkan karena Jefrrey Epstein?

  • account_circle Friska Putri Aryananta
  • calendar_month Senin, 9 Feb 2026 10:31 WIB
  • visibility 302
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Bukan Sekadar Kasus Hukum

Jafar M Sidik dalam tulisannya di salah satu media menilai perkara Epstein telah melampaui ranah pidana. Ini menjadi ujian etika dan moral kepemimpinan di Barat.

Dampaknya pun tidak hanya terasa di Amerika. Di Inggris, pemerintahan Perdana Menteri Keir Starmer ikut terguncang setelah Peter Mendelson yang namanya muncul dalam dokumen terbukti membocorkan rahasia negara.

Beberapa tokoh lain memilih mengambil jarak. Bill Gates dan Bill Clinton telah menyampaikan penyesalan terbuka atas hubungan mereka di masa lalu dengan Epstein.

Namun bagi Donald Trump, relasi pertemanan sebelum 2004 kini berubah menjadi amunisi politik yang sangat efektif bagi para penantangnya.

Posisi Politik yang Makin Rawan

Di dalam negeri, Trump juga tak sedang berada di situasi ideal. Laju ekonomi yang melambat serta gelombang protes akibat kematian warga oleh agen imigrasi (ICE) mempersempit ruang geraknya.

Yang paling membuat cemas adalah Pemilu Sela November 2026. Jika Demokrat berhasil menguasai legislatif, peluang munculnya kembali proses pemakzulan terbuka lebar. Dan kasus Epstein hampir pasti akan dijadikan fondasi serangan.

Semakin publik menuntut pertanggungjawaban moral, semakin besar pula dugaan bahwa Gedung Putih akan meningkatkan tensi konflik di luar negeri sebagai cara memperkuat dukungan domestik.

Apakah strategi itu akan berhasil menyelamatkan Donald Trump, atau justru mempercepat badai politik yang datang? Waktu yang akan menjawab.

 

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

  • Penulis: Friska Putri Aryananta
expand_less