Viral Konten Anak Siksa Ibu dengan Air Panas: Antara Degradasi Moral dan Polusi Digital
- account_circle khasanah
- calendar_month Kamis, 19 Mar 2026 02:04 WIB
- visibility 349
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Bengkulu, Hasanah.id – Jagat maya kembali digegerkan dengan sebuah unggahan video yang menunjukkan aksi kekerasan di luar batas kemanusiaan. Seorang anak terekam kamera menyiksa ibu kandungnya dengan menyiramkan air panas yang baru saja diangkat dari perapian. Video yang beredar luas di platform Facebook tersebut memancing gelombang kecaman dari jutaan netizen yang merasa geram dan tidak percaya.
Dalam video berdurasi singkat itu, terlihat tindakan tersebut dilakukan secara sadar, yang kemudian memicu ribuan komentar bernada hujatan. Sebagian besar netizen mendesak pihak kepolisian untuk segera mengusut tuntas identitas pelaku dan memberikan sanksi hukum yang berat.
Fenomena Konten Tak Pantas
Pakar perilaku media menilai bahwa viralnya konten kekerasan seperti ini menunjukkan sisi gelap dari kebebasan berekspresi di media sosial. Seringkali, demi mengejar angka view dan interaksi, nilai-nilai moral dan kemanusiaan dikesampingkan. Meski kolom komentar dipenuhi dengan ketidaksetujuan, keberadaan konten ini sendiri sudah dianggap sebagai polusi digital yang mencederai ruang publik.
“Ini bukan lagi sekadar konten, ini adalah dokumentasi tindak pidana. Menyebarkannya tanpa sensor atau tanpa konteks edukasi hanya akan memperluas dampak trauma psikologis bagi masyarakat yang menonton,” ungkap salah satu pengamat sosial.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




