Breaking News
Trending Tags

Harga Minyak Naik Tajam, Prabowo Andalkan Batu Bara, Bisakah?

  • account_circle Friska Putri Aryananta
  • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026 10:03 WIB
  • visibility 272
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, Hasanah.id – Lonjakan harga minyak dunia akibat tensi geopolitik global mendorong pemerintah Indonesia menyiapkan strategi cepat untuk menjaga stabilitas penerimaan negara. Salah satu langkah yang disorot adalah optimalisasi sektor batu bara sebagai penopang tambahan pemasukan di tengah tekanan harga energi.

Pemerintah melihat kenaikan harga minyak tidak hanya berdampak pada bahan bakar, tetapi juga merembet ke berbagai komoditas lain. Karena itu, pendekatan yang diambil tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi juga menyasar kebijakan fiskal dan energi secara menyeluruh.

Produksi Batu Bara Ditingkatkan

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa pemerintah akan mendorong peningkatan produksi batu bara guna memanfaatkan momentum kenaikan harga komoditas energi global.

“Terkait dengan kenaikan harga BBM, dan juga ikutannya terhadap harga-harga komoditas, maka tadi Bapak Presiden juga meminta agar volume daripada produksi batubara bisa ditingkatkan,” ujar Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis kemarin (19/3/2026).

Selain peningkatan produksi, pemerintah juga tengah mengkaji penerapan pajak ekspor batu bara sebagai langkah strategis untuk mengoptimalkan penerimaan negara dari sektor tersebut.

“Dengan adanya tambahan harga, maka terhadap batu bara juga akan dihitung terkait dengan pajak ekspor,” sambungnya.

Kebijakan ini diharapkan mampu memberikan efek “windfall profit” yang signifikan bagi kas negara, terutama saat harga minyak dan energi global berada di level tinggi.

“Harapannya pendapatan pemerintah juga naik dengan adanya windfall profit,” jelasnya.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

  • Penulis: Friska Putri Aryananta
expand_less