Breaking News
Trending Tags

Sal Priadi Gandeng Wijaya 80, Rilis Lagu Kisah Cinta Islam-Kristen di Momen Lebaran

  • account_circle Friska Putri Aryananta
  • calendar_month Senin, 23 Mar 2026 09:29 WIB
  • visibility 406
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Hasanah.id – Dunia musik Indonesia kembali menghadirkan kolaborasi menarik. Kali ini, unit musik Wijaya 80 menggandeng Sal Priadi dalam single terbaru mereka berjudul “Bulan Bintang, Garis Menyilang”. Lagu ini langsung mencuri perhatian karena mengangkat tema yang dekat dengan realitas banyak orang: cinta di tengah perbedaan keyakinan.

Wijaya 80 sendiri dihuni oleh nama-nama seperti Ardhito Pramono, Erikson Jayanto, dan Hezky Joe. Kehadiran Sal Priadi dalam proyek ini memberikan warna tersendiri, terutama dari sisi lirik yang dikenal puitis dan emosional.

Lirik Pembuka yang Langsung Menyentuh

Sejak awal, lagu ini sudah menghadirkan nuansa yang kuat melalui lirik pembuka:

“Kalung salib kecil itu / tak perlu kau tutupi / ketika kau bertemu keluargaku.”

Bukan sekadar cerita fiksi, premis lagu ini ternyata berasal dari pengalaman pribadi Hezky Joe. Hal ini membuat pesan yang disampaikan terasa lebih jujur dan relevan dengan kehidupan nyata.

Perpaduan Musik Klasik dan Tema Beda Agama Selalu Relevan

Dari sisi musikalitas, Erikson Jayanto yang bertindak sebagai produser meramu aransemen dengan nuansa pop klasik khas Wijaya 80. Sentuhan tersebut dipadukan dengan gaya penulisan lirik Sal Priadi yang modern dan penuh makna.

Erikson mengungkapkan bahwa lagu ini memiliki daya tarik emosional yang sangat kuat, bahkan menjadi alasan utama terjadinya kolaborasi ini.

“Sal sangat tersentuh sama lagu ini. Dia sangat ngejar lagu ini untuk dijadikan proyek kolaborasi kita. Entah kenapa, untuk lagu satu ini, Sal tidak mau melewatkannya dan kami sepakat,”

Menurut Ardhito Pramono, tema yang diangkat dalam lagu ini bukanlah hal baru, namun tetap relevan dari waktu ke waktu.

“Dari masa ke masa, kayaknya kita dari dulu selalu bertemu dengan persoalan ini. Lucunya, kita semua nggak bisa ngapa-ngapain selain menerima,”

Melalui lagu ini, Wijaya 80 dan Sal Priadi mencoba menghadirkan sudut pandang yang lebih bijak tanpa harus menempatkan kisah tersebut sebagai tragedi semata.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

  • Penulis: Friska Putri Aryananta
expand_less