Bahaya Minuman Manis, Studi Ungkap Risiko Kematian Dini
- account_circle Friska Putri Aryananta
- calendar_month Kamis, 26 Mar 2026 19:00 WIB
- visibility 268
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Lonjakan Gula Darah Jadi Pemicu Utama
Salah satu alasan utama mengapa minuman manis berbahaya adalah karena efeknya terhadap gula darah. Gula dalam bentuk cair diketahui lebih cepat diserap oleh tubuh dibandingkan makanan padat.
“Penyerapan gula yang cepat menyebabkan lonjakan gula darah dan insulin, yang mendorong penumpukan lemak viseral dan resistensi insulin,” ujarnya.
Kondisi tersebut membuat tubuh lebih mudah menyimpan lemak, terutama di area perut. Dalam jangka panjang, hal ini bisa memicu berbagai masalah seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, hingga peradangan kronis yang semuanya merupakan faktor risiko penyakit jantung.
Menggeser Pola Minum yang Lebih Sehat
Tak hanya berdampak langsung, konsumsi minuman manis juga bisa memengaruhi pola makan secara keseluruhan. Ahli gizi Melissa Mroz-Planells, D.C.N., R.D.N., menyebut bahwa kebiasaan ini sering kali membuat seseorang mengabaikan pilihan minuman yang lebih sehat.
“Segala jenis gula tambahan dalam makanan atau minuman sebaiknya dibatasi,” imbau dia.
Ketika minuman tinggi gula dikonsumsi terlalu sering, asupan air putih atau minuman bernutrisi lain cenderung berkurang. Akibatnya, kualitas pola makan pun ikut menurun.
- Penulis: Friska Putri Aryananta




