Beef Tallow Kembali Tren, Benarkah Lebih Sehat dari Minyak Goreng Biasa?
- account_circle Friska Putri Aryananta
- calendar_month Rabu, 8 Apr 2026 08:34 WIB
- visibility 249
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Perbedaan Beef Tallow dan Minyak Goreng Biasa
Perbedaan paling mendasar terletak pada sumber dan komposisi lemaknya. Beef tallow berasal dari hewan, sementara minyak goreng umum seperti minyak sawit, kedelai, dan kanola berasal dari tumbuhan.
Komposisinya pun berbeda:
- Beef tallow: 50–60% lemak jenuh, 30–40% lemak tak jenuh tunggal (MUFA), 3–5% lemak tak jenuh ganda (PUFA)
- Minyak nabati: umumnya lebih tinggi lemak tak jenuh, terutama PUFA dan MUFA
Lemak tak jenuh terutama MUFA dan PUFA diketahui berperan dalam menjaga kesehatan jantung, seperti membantu menurunkan kolesterol LDL (“jahat”) dan meningkatkan HDL (“baik”). Sebaliknya, konsumsi lemak jenuh berlebih dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.
Namun, minyak nabati dengan PUFA tinggi juga memiliki kelemahan, yakni lebih mudah teroksidasi saat dipanaskan berulang kali. Di sinilah beef tallow memiliki keunggulan dari sisi kestabilan.
Benarkah Beef Tallow Lebih Sehat?
Tren beef tallow juga merambah ke berbagai aspek, mulai dari kuliner hingga skincare. Bahkan, bahan ini mulai digunakan dalam MPASI dan produk perawatan kulit (tallow balm).
Di media sosial, sering muncul klaim bahwa beef tallow lebih baik dibanding minyak nabati atau seed oils. Namun, klaim ini tidak sepenuhnya didukung oleh bukti ilmiah.
Dalam panduan MPASI dari World Health Organization, yang ditekankan adalah keberagaman sumber nutrisi, bukan penggunaan satu jenis lemak tertentu. Artinya, tidak ada keharusan menggunakan beef tallow.
Sementara itu, dalam dunia dermatologi, penggunaan lemak hewani pada kulit juga tidak selalu cocok. Bahan yang bersifat oklusif berisiko menyumbat pori, terutama bagi kulit berjerawat.
Dari sisi kesehatan jangka panjang, berbagai penelitian menunjukkan bahwa mengganti lemak jenuh dengan lemak tak jenuh berkaitan dengan penurunan risiko penyakit jantung. Artinya, konsumsi beef tallow tetap perlu dibatasi.
Memang, beef tallow mengandung senyawa seperti asam oleat dan conjugated linoleic acid (CLA) yang dalam studi tertentu dikaitkan dengan manfaat metabolik. Namun, bukti pada manusia masih terbatas dan belum konsisten.
- Penulis: Friska Putri Aryananta




