Breaking News
Trending Tags

Bos Mafia Buron Interpol Ditangkap di Bali, Langsung Dideportasi

  • account_circle Friska Putri Aryananta
  • calendar_month 08 April 2026, 21:10 WIB
  • visibility 74
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BALI, Hasanah.id – Keberadaan jaringan mafia internasional kembali menjadi sorotan setelah aparat Imigrasi Ngurah Rai berhasil mengamankan seorang buronan kelas kakap asal Inggris berinisial SL (45). Pria tersebut diketahui masuk dalam daftar Red Notice Interpol dan diduga sebagai pimpinan organisasi kriminal lintas negara.

Penangkapan ini menjadi bukti bahwa Indonesia, khususnya Bali, bukan tempat aman bagi pelaku kejahatan internasional.

SL diamankan oleh petugas Imigrasi di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada Sabtu (28/3/2026), sesaat setelah mendarat dari Singapura. Sistem pengawasan keimigrasian yang terintegrasi langsung mendeteksi identitasnya sebagai buron Interpol.

Setelah proses penahanan, SL kemudian dideportasi pada Selasa (7/4) melalui rute Denpasar–Jakarta menggunakan penerbangan QG689, sebelum melanjutkan perjalanan ke Amsterdam dengan GA088.

Sosok Pentolan Mafia Internasional

Berdasarkan hasil koordinasi intelijen, SL diduga kuat merupakan otak di balik operasi organisasi kriminal internasional. Ia disebut mengendalikan jaringan anggotanya dalam berbagai aktivitas ilegal, termasuk pengelolaan perusahaan fiktif dan praktik pencucian uang (money laundering).

Kasus ini memperlihatkan bagaimana jaringan mafia modern beroperasi lintas negara dengan sistem yang rapi dan terselubung.

Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Bugie Kurniawan, menegaskan bahwa langkah deportasi ini merupakan bentuk nyata komitmen Indonesia dalam menjaga kedaulatan dan keamanan nasional.

“Pendeportasian ini adalah langkah nyata komitmen kami dalam menjaga kedaulatan negara. Kami tidak akan membiarkan wilayah Indonesia, khususnya Bali, menjadi tempat pelarian atau basis operasi bagi pelaku kriminal internasional. Pengawasan keimigrasian yang ketat adalah garda terdepan dalam menjaga keamanan nasional dari potensi ancaman asing,” ujar Bugie, Rabu (8/4/2026).

Ia juga menambahkan bahwa penguatan kerja sama dengan berbagai lembaga, baik dalam negeri maupun internasional, akan terus dilakukan demi memastikan setiap pergerakan orang asing dapat terpantau dengan akurat.

Sebelumnya, Bugie juga sempat menegaskan sikap tegas pihaknya terhadap para buronan mafia internasional.

“Bali tidak akan pernah menjadi tempat persembunyian buron,” kata Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Bugie Kurniawan, Sabtu (28/3/2026).

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

  • Penulis: Friska Putri Aryananta
expand_less