DPR AS Soroti Trump Diduga Alami Demensia, Apa Itu Demensia?
- account_circle Friska Putri Aryananta
- calendar_month Selasa, 14 Apr 2026 11:40 WIB
- visibility 287
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Hasanah.id – Isu penurunan kognitif Donald Trump memicu perhatian publik terhadap demensia. Isu tersebut mencuat sejumlah anggota DPR Amerika Serikat dari Partai Demokrat menyoroti kondisi Presiden AS, Donald Trump. Mereka menilai terdapat indikasi penurunan fungsi kognitif yang dapat berdampak pada kepemimpinannya.
Salah satu tokoh yang vokal dalam isu ini adalah Jamie Raskin. Ia bahkan mendesak agar dilakukan pemeriksaan medis secara menyeluruh, termasuk tes kognitif oleh dokter Gedung Putih.
Menurut Raskin, perilaku dan pernyataan Trump belakangan ini dinilai tidak biasa dan memicu kekhawatiran publik.
“Dalam beberapa hari terakhir, negara ini telah menyaksikan pernyataan dan ledakan emosi Presiden Trump di depan publik yang semakin tidak koheren, mudah berubah, kasar, tidak masuk akal, dan mengancam,” tulis Raskin dalam suratnya, Minggu (12/4/2026).
Kontroversi ini pun memunculkan pertanyaan luas di masyarakat mengenai kemungkinan gangguan seperti demensia sebagai salah satu penyebab penurunan fungsi kognitif.
Apa Itu Demensia?
Demensia adalah kondisi medis yang ditandai dengan penurunan kemampuan berpikir, mengingat, dan bernalar. Gangguan ini juga dapat memengaruhi emosi serta perubahan kepribadian seseorang.
Perlu dipahami, demensia bukanlah satu penyakit spesifik, melainkan istilah umum yang mencakup berbagai gangguan kognitif yang cukup berat hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.
Salah satu penyebab paling umum dari demensia adalah Alzheimer. Meski sering disamakan, Alzheimer dan demensia memiliki perbedaan dari segi penyebab, gejala, hingga penanganannya.
- Penulis: Friska Putri Aryananta




