Breaking News
Trending Tags

Militer AS Blokade Selat Hormuz, Apa Dampaknya untuk Indonesia? Begini Analisis Lengkapnya

  • account_circle MFC Team
  • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026 14:09 WIB
  • visibility 360
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Dampak Langsung bagi Ekonomi Indonesia dan APBN 2026

Efek domino dari militer AS blokade Selat Hormuz terhadap Indonesia paling nyata terlihat pada postur APBN. Pemerintah telah menetapkan asumsi harga minyak dalam APBN 2026 sebesar 70 dolar AS per barel. Namun, dengan blokade ini, harga aktual telah melampaui asumsi tersebut hingga 30 poin lebih. Selisih harga yang lebar ini berpotensi membengkakkan beban subsidi energi hingga ratusan triliun rupiah.

Jika beban subsidi tidak lagi tertampung oleh anggaran negara, pilihan pahit seperti penyesuaian harga BBM bersubsidi mungkin saja diambil. Selain itu, militer AS blokade Selat Hormuz juga menekan nilai tukar rupiah. Biaya impor minyak yang membengkak mengharuskan Indonesia mengeluarkan lebih banyak dolar AS, yang pada gilirannya membuat rupiah melemah di hadapan mata uang asing.

Ancaman Inflasi dan Daya Beli Masyarakat

Bukan hanya masalah bensin, militer AS blokade Selat Hormuz juga mengancam daya beli masyarakat melalui jalur inflasi. Kenaikan harga energi dunia akan meningkatkan biaya logistik dan transportasi barang secara nasional. Ketika ongkos kirim naik, harga pangan dan produk manufaktur di pasar-pasar tradisional hingga ritel modern pun dipastikan akan ikut terkerek naik.

Kondisi ini menciptakan tantangan berat bagi pemerintah untuk menjaga stabilitas harga di dalam negeri. Sektor industri yang mengandalkan bahan bakar dan bahan baku impor juga akan mengalami penurunan margin keuntungan, yang jika dibiarkan, dapat berdampak pada perlambatan pertumbuhan ekonomi nasional yang ditargetkan tetap tumbuh positif di tahun 2026 ini.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

  • Penulis: MFC Team
expand_less