Breaking News
Trending Tags

Duka di Balik Jas Putih: Dokter Internship dr. Myta Meninggal, Dipaksa Tugas Saat Kritis!

  • account_circle Hasanah Team
  • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026 10:20 WIB
  • visibility 187
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Hasanah.id – Dunia kedokteran Tanah Air kembali dirundung duka yang menyayat hati. Dr. Myta Aprilia Azmy, seorang dokter internship yang tengah mengabdikan diri, tutup usia setelah berjuang dalam kondisi medis yang kritis. Namun di balik kepergiannya, terselip sebuah narasi pilu yang kini menjadi sorotan tajam publik dan memicu gelombang keprihatinan dari seluruh penjuru negeri.

Kematian dr. Myta bukan sekadar kabar duka biasa. Ia menjadi simbol dari luka kemanusiaan yang tengah terjadi di balik gemerlap sumpah setia menyelamatkan nyawa. Diduga kuat, almarhumah tetap diminta menjalankan tugas profesionalnya meski kondisi fisiknya sudah berada di titik nadir yang tidak lagi memungkinkan untuk terus berdiri.

Antara Pengabdian dan Dugaan Pembiaran

Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa sebelum mengembuskan napas terakhir, dr. Myta sempat mengalami gejala sesak napas akut dan demam tinggi yang semestinya sudah menjadi sinyal darurat bagi siapapun yang melihatnya. Bukannya mendapatkan perawatan intensif sebagai pasien seperti yang seharusnya ia terima, ia justru diduga tetap harus bertahan di pos jaga untuk melayani pasien lainnya dalam kondisi yang sudah jauh dari kata laik.

“Seorang dokter yang seharusnya dirawat, justru dipaksa untuk terus berdiri saat tubuhnya sendiri sudah tidak lagi kuat. Ini adalah sebuah ironi yang mematikan,” ungkap salah satu sejawat yang enggan disebutkan namanya.

Ironi itu tidak bisa tidak membuat seluruh kalangan yang mendengarnya merasa terluka secara bersamaan. Seorang yang sepanjang hidupnya belajar dan berjuang untuk menjaga nyawa orang lain, justru diduga tidak mendapatkan perlindungan yang sama ketika nyawanya sendiri membutuhkan pertolongan.

Desakan Audit Menyeluruh kepada Kemenkes

Tragedi ini memicu gelombang amarah dan keprihatinan yang tidak bisa dibendung dari berbagai kalangan, mulai dari sesama tenaga medis, organisasi profesi, hingga masyarakat umum yang selama ini menggantungkan kepercayaan pada sistem layanan kesehatan nasional. Kementerian Kesehatan atau Kemenkes kini didesak keras untuk tidak tinggal diam dan segera mengambil langkah yang konkret serta terukur.

Publik menuntut adanya audit menyeluruh terhadap fasilitas kesehatan terkait serta pemeriksaan terhadap semua pihak yang bertanggung jawab atas kondisi yang dialami dr. Myta sebelum kepergiannya. Dugaan pelanggaran prosedur dan kelalaian dalam menangani kondisi kesehatan tenaga medis sendiri menjadi poin utama yang harus diusut tuntas tanpa ada yang dilindungi.

Hasanah.id mencatat bahwa jika terbukti ada unsur paksaan di tengah kondisi darurat medis yang sudah sangat jelas terlihat, maka ini bukan lagi sekadar risiko pekerjaan yang harus diterima dengan lapang dada. Ini adalah kelalaian fatal yang harus dipertanggungjawabkan secara hukum dan moral oleh mereka yang memiliki kewenangan untuk mencegahnya namun memilih untuk tidak bertindak.

Jangan Biarkan Pengabdian Menjadi Tumbal

Kepergian dr. Myta Aprilia Azmy menjadi alarm keras yang tidak boleh diabaikan oleh siapapun yang bertanggung jawab atas sistem pendidikan dan kerja kedokteran di Indonesia. Jangan sampai atas nama pengabdian, nyawa para pejuang kesehatan justru terabaikan begitu saja tanpa ada yang merasa perlu untuk melindungi mereka.

Dokter internship adalah garda terdepan dari sistem layanan kesehatan yang kita andalkan setiap harinya. Mereka bukan sekadar pion dalam sistem yang bisa dieksploitasi tanpa batas hanya karena status mereka yang masih dalam tahap pembelajaran dan belum memiliki posisi tawar yang setara. Mereka adalah manusia dengan tubuh dan batas kemampuan fisik yang sama seperti siapapun.

Tragedi ini tidak boleh hanya menjadi catatan kaki dalam sejarah medis Indonesia yang panjang. Perlu ada perlindungan nyata, tertulis, dan dapat ditegakkan bagi para dokter internship agar pengabdian mereka tidak berubah menjadi pengorbanan yang terlalu mahal untuk dibayar. Karena pada akhirnya, bagaimana mungkin seorang dokter bisa menyelamatkan nyawa orang lain, jika nyawanya sendiri tidak dihargai oleh sistem yang seharusnya melindunginya?

Selamat jalan, dr. Myta Aprilia Azmy. Pengabdianmu adalah cahaya yang tidak akan pernah padam. Semoga keadilan segera tegak, dan semoga kepergianmu menjadi titik balik nyata bagi sistem yang harus segera berbenah.

Hasanah.id menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum dr. Myta Aprilia Azmy dan seluruh keluarga besar tenaga medis Indonesia.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

  • Penulis: Hasanah Team
  • Editor: redaksi hasanah.id
expand_less