Update Pasar Uang:Rupiah Diprediksi Perkasa di Tengah Perbaikan Rantai Pasok Dunia
- account_circle Hasanah Team
- calendar_month Senin, 4 Mei 2026 14:31 WIB
- visibility 235
- comment 0 komentar
- print Cetak

Rupiah Diprediksi Perkasa di Tengah Perbaikan Rantai Pasok Dunia
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, HASANAH.ID – Kabar positif datang dari sektor ekonomi makro di awal pekan ini. Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi akan bergerak di jalur hijau. Keyakinan ini muncul seiring dengan meredanya kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan global, sebuah sentimen yang selama ini menjadi beban bagi mata uang negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.
Pergerakan rupiah pada Senin pagi memang sempat menunjukkan angka yang datar di level Rp17.337 per dolar AS. Namun, para analis melihat ada celah besar bagi mata uang Garuda untuk menunjukkan taringnya dalam sesi perdagangan sepanjang hari ini.
Faktor “Proyek Kebebasan” dan Stabilitas Global
Salah satu pemicu utama optimisme ini adalah pernyataan terbaru dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Dalam sebuah langkah diplomatik yang signifikan, Trump menginstruksikan dimulainya pengawalan kapal-kapal asing di Selat Hormuz melalui inisiatif yang dinamai “Proyek Kebebasan”.
Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai bahwa langkah ini memberikan dampak psikologis yang besar bagi pasar komoditas. Selat Hormuz, yang selama ini menjadi jalur krusial bagi pasokan energi dunia, kini perlahan keluar dari bayang-bayang ketidakpastian konflik.
“Rupiah berpotensi menguat merespons pernyataan Trump yang akan ‘membebaskan’ kapal-kapal di Selat Hormuz. Hal ini meredakan kekhawatiran gangguan pasokan global, sehingga secara otomatis menekan harga minyak dunia,” ujar Lukman dalam keterangannya kepada ANTARA. Turunnya harga minyak dunia menjadi katalis positif bagi fundamental ekonomi domestik Indonesia.
- Penulis: Hasanah Team
- Editor: redaksi hasanah.id




