Makna Kirab Mahkota Binokasih, Dari Sumedang ke Bandung Bawa Filosofi Leluhur
- account_circle anshori
- calendar_month Selasa, 5 Mei 2026 08:38 WIB
- visibility 217
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kirab Mahkota Binokasih
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sementara itu, Dedi Mulyadi selaku Gubernur Jawa Barat turut memberikan penjelasan terkait perubahan konsep kirab tahun ini. Ia menyebut bahwa penggunaan kereta kencana merupakan langkah strategis untuk mengembalikan nuansa tradisional dalam prosesi tersebut.
“Mulai tahun ini, Mahkota Binokasih diarak, bukan lagi pakai mobil Jeep, tetapi dengan acara kebudayaan yang berasal dari nilai leluhur kita, dibawa keliling Jawa Barat,” ujar Dedi dalam keterangan tertulis, Minggu (3/5/2026).
Menurutnya, kirab ini juga dirancang sebagai perjalanan budaya yang melibatkan berbagai daerah di Jawa Barat. Mahkota Binokasih akan dibawa berkeliling ke sejumlah wilayah sebelum mencapai puncak acara.
Ia menjelaskan bahwa perjalanan kirab akan singgah di delapan kabupaten dan kota. Setiap persinggahan menjadi momentum untuk memperkenalkan kembali nilai-nilai budaya Sunda kepada masyarakat setempat.
“Mampir di delapan tempat, kemudian puncaknya nanti di Kota Bandung menuju Gedung Sate, dan kemudian nanti kembali lagi ke Sumedang,” kata pria yang akrab disapa KDM ini.
Puncak acara kirab direncanakan berlangsung di Gedung Sate, Kota Bandung, yang merupakan ikon pemerintahan Jawa Barat. Setelah itu, Mahkota Binokasih akan dikembalikan ke tempat asalnya di Sumedang sebagai bagian dari penutupan rangkaian prosesi.
- Penulis: anshori




