Pengakuan Pria Badut Balon di Mojokerto Usai Bunuh Mertua dan Aniaya Istri: Istri Saya Selingkuh Pak Polisi
- account_circle anshori
- calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026 11:03 WIB
- visibility 198
- comment 0 komentar
- print Cetak

Pria berprofesi badut di Mojokerto berinsial S menjadi tersangka kasus pembunuhan
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Selain persoalan hubungan rumah tangga, pelaku juga mengungkapkan beratnya tekanan hidup yang harus ia jalani sehari-hari. Ia mengaku harus bekerja keras berjualan keliling sambil membawa anak kecil karena tidak ada yang menjaga di rumah.
Menurut pengakuannya, sang anak kerap diajak berjualan dari wilayah Mojosari hingga kembali ke rumah. Kondisi cuaca yang tidak menentu, mulai dari hujan hingga panas terik, harus mereka hadapi demi mendapatkan penghasilan.
“Kok (korban) enggak lihat saya kerja, bawa anak kecil hujan-hujanan sampai panas kepanasan. Saya sering jalan (berjualan) dari Mojosari sampai ke rumah, anak juga ikut karena tidak ada yang merawat,” terangnya.
S menyebut dirinya tidak memiliki pilihan lain selain membawa anak ketika bekerja. Ia mengaku istrinya tidak bersedia mengurus anak apabila kebutuhan rumah tangga belum terpenuhi sepenuhnya. Situasi tersebut membuat tekanan emosional yang dirasakannya semakin berat dari waktu ke waktu.
Masalah ekonomi juga disebut menjadi salah satu faktor utama yang memperburuk kondisi rumah tangga mereka. Sebagai penjual balon dan badut jalanan, penghasilan yang diperoleh S sangat kecil dan tidak menentu.
Dalam sehari, ia mengaku terkadang hanya mampu membawa pulang uang sebesar Rp4.000 hingga Rp25.000. Jumlah tersebut tentu jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga sehari-hari.
- Penulis: anshori



