Breaking News
Trending Tags

Dolar AS Jebol ke Rp 17.500: Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah, Dompet Rakyat Terancam!

  • account_circle MFC Team
  • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026 11:26 WIB
  • visibility 217
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Dampak Ngeri Pelemahan Rupiah Terhadap Sektor Industri

Sektor manufaktur menjadi yang paling awal berteriak akibat Kurs Dolar AS yang tak terkendali. Banyak industri di Indonesia yang masih sangat bergantung pada bahan baku impor. Dengan Dolar AS jebol ke Rp 17.500, biaya produksi otomatis membengkak secara drastik.

Kenaikan Harga Barang Elektronik dan Otomotif

Jangan heran jika dalam waktu dekat, harga ponsel pintar, laptop, hingga kendaraan bermotor mengalami penyesuaian harga ke atas. Kenaikan nilai tukar Dolar AS ini memaksa distributor untuk menaikkan harga jual guna menutupi selisih kurs yang kian lebar. Hasanah.id memantau bahwa beberapa retail besar sudah mulai mengkaji ulang label harga mereka seiring dengan kondisi Rupiah hari ini.

Strategi Bank Indonesia Menahan Laju Kurs Dolar AS

Menyikapi Dolar AS jebol ke Rp 17.500, Bank Indonesia (BI) tidak tinggal diam. Langkah “triple intervention” terus dilakukan baik di pasar DNDF, pasar spot, maupun pasar SBN. Upaya ini dilakukan untuk memastikan agar volatilitas nilai tukar Rupiah tetap terjaga dan tidak menimbulkan kepanikan yang lebih luas di tengah pasar.

Intervensi Pasar dan Cadangan Devisa

Meskipun BI memiliki cadangan devisa yang cukup kuat, tantangan kali ini jauh lebih besar. Kurs Dolar AS terhadap Rupiah yang begitu perkasa memaksa otoritas moneter untuk bekerja ekstra keras. Publik kini menunggu kebijakan suku bunga acuan terbaru sebagai langkah untuk menarik kembali minat investor asing agar menanamkan modalnya di Indonesia, sehingga Rupiah melemah bisa segera diredam.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

  • Penulis: MFC Team
expand_less