Breaking News
Trending Tags

Nilai Tukar Rupiah Anjlok Parah ke Rp 17.606, Ekonomi RI Terancam?

  • account_circle MFC Team
  • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026 13:40 WIB
  • visibility 168
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ketegangan Geopolitik Timur Tengah dan Lonjakan Harga Minyak

Di sisi lain, faktor geopolitik Timur Tengah yang memanas turut memberikan dampak domino yang sangat luar biasa. Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran di wilayah strategis Selat Hormuz hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda mereda, bahkan terus meningkat. Eskalasi konflik di kawasan tersebut memicu kekhawatiran global akan terganggunya jalur pasokan energi dunia, yang pada akhirnya memicu lonjakan harga minyak mentah internasional secara mendadak.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, dalam keterangan resminya menyatakan bahwa tekanan yang dialami rupiah saat ini dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian ekonomi global. Konflik di Timur Tengah bukan lagi sekadar isu politik, melainkan telah bertransformasi menjadi ancaman nyata bagi Nilai tukar rupiah dan stabilitas makroekonomi banyak negara, termasuk Indonesia. Kenaikan harga minyak dunia memperbesar kekhawatiran pelaku pasar terhadap potensi pembengkakan inflasi dan defisit transaksi berjalan.

“Conflict di Middle East yang masih berlangsung dengan intensitas yang meningkat sehingga mendorong naiknya harga minyak dan ketidakpastian global,” tegas Destry. Lonjakan biaya energi ini menjadi beban tambahan bagi rupiah karena kebutuhan dolar AS untuk impor migas dipastikan akan meningkat tajam, sementara di saat yang sama, investor cenderung mencari perlindungan pada aset safe haven seperti dolar.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

  • Penulis: MFC Team
expand_less