Breaking News
Trending Tags

Nilai Tukar Rupiah Anjlok Parah ke Rp 17.606, Ekonomi RI Terancam?

  • account_circle MFC Team
  • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026 13:40 WIB
  • visibility 169
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Strategi Intervensi Bank Indonesia Jaga Stabilitas Pasar

Menyikapi situasi yang cukup menantang ini, Bank Indonesia memastikan akan terus berada di pasar untuk menjalankan misi stabilitas pasar keuangan. Bank sentral berkomitmen penuh untuk mengawal pergerakan rupiah agar tidak mengalami volatilitas yang berlebihan, yang dapat merusak fundamental ekonomi nasional. BI memastikan bahwa kebijakan moneter akan tetap diarahkan untuk menjaga kepercayaan investor dan menjaga daya saing ekonomi domestik di tengah badai global.

Adapun langkah konkret yang ditempuh oleh BI mencakup intervensi secara terukur di pasar spot. Selain itu, otoritas moneter juga mengoptimalkan mekanisme transaksi di pasar Domestic Non Deliverable Forward (DNDF) maupun Non Deliverable Forward (NDF). Langkah intervensi ganda ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan likuiditas valuta asing di pasar domestik tetap mencukupi dan untuk meredam ekspektasi negatif dari para spekulan pasar valas.

Melalui langkah intervensi tersebut, BI berharap dapat memberikan bantalan bagi rupiah agar tidak jatuh lebih dalam lagi. Meskipun tekanan eksternal begitu kuat, fundamental ekonomi Indonesia dinilai masih cukup kuat untuk meredam dampak guncangan ini dalam jangka menengah. Koordinasi antara kebijakan moneter Bank Indonesia dan kebijakan fiskal pemerintah tetap menjadi kunci utama dalam menjaga agar nilai tukar rupiah tetap berada dalam rentang yang dapat ditoleransi.

Hingga penutupan perdagangan nanti, pasar diprediksi masih akan mencermati perkembangan data ekonomi terbaru dari Amerika Serikat dan arah kebijakan suku bunga global. Masyarakat dan pelaku usaha dihimbau untuk tetap tenang namun waspada terhadap perubahan biaya logistik dan bahan baku impor yang mungkin terdampak oleh penguatan dolar ini. Bank Indonesia berjanji akan terus memantau situasi secara real-time 24 jam untuk memastikan stabilitas sistem keuangan tetap terjaga dengan baik.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

  • Penulis: MFC Team
expand_less