Breaking News
Trending Tags

Keamanan Warga Prioritas Utama, Masyarakat Dorong Pembangunan Perlintasan Rel KA Resmi di Tebet

  • account_circle MFC Team
  • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026 13:53 WIB
  • visibility 113
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, Hasanah.id – Keamanan Warga Prioritas Utama, Isu mengenai keselamatan di jalur perkeretaapian kembali menjadi sorotan hangat setelah langkah tegas PT Kereta Api Indonesia (KAI) menutup sejumlah titik perlintasan ilegal. Di tengah kebijakan tersebut, warga di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, menyampaikan aspirasi mendalam. Mereka berharap pemerintah dan instansi terkait tidak hanya menutup akses, tetapi juga menghadirkan solusi berupa perlintasan rel KA resmi yang dilengkapi dengan fasilitas keamanan memadai guna mendukung mobilitas harian masyarakat tanpa mengabaikan aspek keselamatan.

Permohonan akan hadirnya perlintasan rel KA resmi ini muncul bukan tanpa alasan yang mendasar. Kawasan Tebet yang padat penduduk memiliki intensitas pergerakan warga yang sangat tinggi, mulai dari anak sekolah hingga pedagang pasar. Penutupan akses liar yang dilakukan PT KAI Daop 1 Jakarta antara Stasiun Cawang dan Stasiun Tebet memang didukung penuh demi mencegah terjadinya kecelakaan maut, namun di sisi lain, warga merasa kesulitan karena harus memutar arah yang cukup jauh untuk mencapai fasilitas publik di seberang rel.

Urgensi Perlintasan Rel KA Resmi demi Keamanan Warga Prioritas Utama

Bagi Adi, seorang warga Tebet Timur, kehadiran perlintasan rel KA resmi adalah jalan tengah yang paling rasional untuk mengurai konflik kebutuhan ini. Ia menyadari sepenuhnya risiko besar yang mengintai di perlintasan sebidang liar yang tidak terjaga. Belajar dari insiden tragis yang kerap terjadi akibat kelalaian di perlintasan ilegal, Adi sepakat bahwa keamanan perjalanan kereta api tidak boleh dikompromikan. Namun, ia menekankan bahwa penutupan total tanpa solusi permanen seperti pembangunan perlintasan resmi akan menghambat urat nadi ekonomi warga lokal.

“Kita sangat mendukung langkah KAI karena kita tidak ingin ada korban jiwa lagi di wilayah ini. Tapi kalau bisa, perlintasan rel KA resmi segera dibangun di sini. Lengkapi dengan palang pintu otomatis dan petugas yang berjaga secara disiplin. Dengan begitu, warga aman, perjalanan kereta juga lancar tanpa gangguan perlintasan ilegal,” ujar Adi saat ditemui tim media di lokasi penutupan akses di Tebet, Jumat (15/5). Menurutnya, standarisasi perlintasan menjadi kunci utama agar tidak ada lagi nyawa yang melayang sia-sia di atas rel.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

  • Penulis: MFC Team
expand_less