Dampak Pelemahan Rupiah Mulai Hantam Harga BBM dan Tiket Pesawat!
- account_circle MFC Team
- calendar_month Jumat, 15 Mei 2026 16:31 WIB
- visibility 179
- comment 0 komentar
- print Cetak

Dampak Pelemahan Rupiah
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kenaikan Harga Keekonomian BBM dan Beban Subsidi
Meskipun investor asing cenderung melakukan aksi jual yang menekan kurs, Pemerintah melalui Kementerian ESDM masih berupaya keras menjaga harga BBM subsidi tetap stabil. Namun, tekanan pada BBM nonsubsidi seperti Pertamax tidak bisa dihindari. PT Pertamina Patra Niaga mencatat bahwa dengan posisi rupiah di level saat ini, harga keekonomian Pertamax ditaksir telah melampaui angka Rp 17.000 per liter. Angka ini menunjukkan selisih yang sangat lebar dibandingkan harga jual saat ini, yang pada akhirnya membebani neraca keuangan perusahaan plat merah tersebut.
Data menunjukkan bahwa kebutuhan minyak Indonesia mencapai 2,1 juta barrel per hari (bph), sementara produksi domestik masih jauh di bawah angka tersebut, sehingga impor mencapai 1,5 juta bph. Analis mata uang Ibrahim Assuaibi menekankan bahwa ketidakpastian pasar akibat konflik di Selat Hormuz menambah kerumitan distribusi energi. Pemerintah kini harus menyiapkan cadangan anggaran yang jauh lebih besar hanya untuk memastikan pasokan BBM tetap aman di tengah kurs yang terus merosot tajam.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebelumnya telah menegaskan bahwa atas arahan Presiden Prabowo Subianto, harga BBM subsidi seperti Pertalite tidak akan naik hingga akhir tahun 2026. Meski demikian, harga keekonomian Pertalite yang sebenarnya sudah menyentuh Rp 16.088 per liter menunjukkan betapa besarnya subsidi yang harus dikucurkan negara akibat dampak pelemahan rupiah. Stabilitas ekonomi nasional kini sangat bergantung pada kemampuan pemerintah dalam menambal selisih harga tersebut tanpa mengganggu pos anggaran strategis lainnya.
- Penulis: MFC Team




