Dampak Pelemahan Rupiah Mulai Hantam Harga BBM dan Tiket Pesawat!
- account_circle MFC Team
- calendar_month Jumat, 15 Mei 2026 16:31 WIB
- visibility 178
- comment 0 komentar
- print Cetak

Dampak Pelemahan Rupiah
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Industri Penerbangan dan Intervensi Pajak Tiket Pesawat
Sektor transportasi udara juga berada dalam kondisi yang tidak kalah kritis akibat gejolak mata uang ini. Sekretaris Jenderal Indonesia National Air Carriers Association (INACA), Bayu Sutanto, memaparkan bahwa sekitar 70 persen komponen biaya maskapai dibayar menggunakan dolar AS. Biaya-biaya tersebut mencakup pembelian avtur, sewa pesawat, hingga pemeliharaan mesin dan suku cadang. Pelemahan rupiah yang mencapai lebih dari 20 persen dibandingkan tahun-tahun sebelumnya membuat operasional maskapai berada di titik nadir.
Menanggapi keluhan industri, pemerintah telah menerbitkan regulasi mengenai fuel surcharge yang lebih fleksibel melalui Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 1041 Tahun 2026. Selain itu, sebagai langkah mitigasi untuk melindungi konsumen, pemerintah meluncurkan PMK Nomor 24 Tahun 2026 tentang PPN ditanggung pemerintah untuk tiket pesawat kelas ekonomi. Langkah ini diharapkan mampu meredam kenaikan harga tiket secara ekstrem yang dipicu oleh tingginya harga avtur dunia akibat dampak pelemahan rupiah.
Intervensi fiskal ini dianggap krusial karena avtur berkontribusi sekitar 40 persen terhadap total biaya penerbangan. Dengan PPN yang ditanggung negara, diharapkan masyarakat masih bisa mengakses transportasi udara dengan harga yang terjangkau. Pemerintah tetap berkomitmen melakukan mitigasi risiko agar industri penerbangan tidak kolaps sekaligus menjaga inflasi agar tidak melonjak terlalu tinggi akibat kenaikan tarif angkutan udara yang mendadak.
- Penulis: MFC Team




