Solo Darurat Pendidikan! Krisis Guru di Solo Mengancam Akibat 154 Non-ASN Terancam PHK dan 250 PNS Pensiun
- account_circle MFC Team
- calendar_month Jumat, 15 Mei 2026 16:55 WIB
- visibility 216
- comment 0 komentar
- print Cetak

Solo Darurat Pendidikan! Krisis Guru di Solo
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Potensi pemberhentian ini memicu kekhawatiran mendalam. Pasalnya, selama ini keberadaan tenaga Non-ASN adalah solusi instan untuk menutupi kekurangan guru yang sudah terjadi selama bertahun-tahun. Dengan hilangnya 154 tenaga tersebut, Krisis Guru di Solo diprediksi akan membuat banyak ruang kelas kosong tanpa pengajar tetap, yang pada akhirnya akan merugikan siswa secara langsung.
Dampak Pensiun Masal: 250 Guru PNS Purna Tugas
Selain masalah pemberhentian honorer, faktor alamiah seperti masa pensiun juga menjadi kontributor terbesar bagi Krisis Guru di Solo. Data terbaru menunjukkan bahwa sekitar 250 guru PNS di lingkungan Pemkot Solo memasuki masa purna bakti tahun ini.
Angka 250 orang bukanlah jumlah yang sedikit. Laju pensiun yang sangat cepat ini ternyata tidak dibarengi dengan kecepatan rekrutmen melalui jalur CPNS maupun PPPK. Ketimpangan antara jumlah guru yang keluar dengan guru yang masuk membuat rasio antara pengajar dan murid semakin tidak ideal. Banyak guru yang tersisa kini harus mengajar lebih dari beban jam kerja normal, yang tentu saja berpengaruh pada efektivitas dan kualitas materi yang disampaikan.
Upaya Pemerintah Daerah Mengatasi Krisis Guru di Solo
Dinas Pendidikan Kota Solo sebenarnya tidak tinggal diam melihat fenomena ini. Berbagai upaya diplomasi ke pemerintah pusat terus dilakukan agar kuota PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) dapat ditingkatkan. Namun, kendala klasik seperti keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk menggaji tenaga baru seringkali menjadi penghalang utama dalam menyelesaikan Krisis Guru di Solo.
- Penulis: MFC Team




