Museum Marsinah Diresmikan, 1 Sikap Tegas Presiden Prabowo Subianto: Tragedi Marsinah Sesungguhnya Tak Perlu Terjadi
- account_circle MFC Team
- calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026 11:10 WIB
- visibility 168
- comment 0 komentar
- print Cetak

Museum Marsinah
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Nganjuk, Hasanah.id – Museum Marsinah secara resmi telah dibuka langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam sebuah upacara khidmat di Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur, pada Sabtu (16/5/2026). Dalam pidato resminya, Kepala Negara menyampaikan sebuah refleksi mendalam mengenai sejarah perburuhan di tanah air, seraya menekankan bahwa peristiwa penculikan dan pembunuhan keji terhadap Marsinah yang terjadi di masa lalu merupakan sebuah tragedi hitam yang seharusnya sama sekali tidak perlu terjadi di negara demokrasi yang berlandaskan Pancasila.
Kehadiran jajaran pemerintahan pusat dan tokoh buruh nasional dalam peresmian Museum Marsinah ini menjadi bukti konkret mengenai komitmen negara dalam merawat memori kolektif bangsa. Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Marsinah, seorang buruh pabrik yang berani menyuarakan hak-hak normatif kaum pekerja, merupakan figur penting yang memperjuangkan keadilan sosial. Oleh karena itu, keberadaan bangunan bersejarah ini diharapkan mampu menjadi media edukasi sekaligus pengingat bagi seluruh elemen bangsa agar penegakan hak asasi manusia dan perlindungan terhadap kaum pekerja terus dioptimalkan di masa depan.
Dalam kutipan sambutan resminya, Presiden Prabowo Subianto menggarisbawahi bahwa setiap warga negara memiliki hak yang dilindungi oleh konstitusi. “Sesungguhnya peristiwa Marsinah yang dibunuh secara keji karena memperjuangkan kaum buruh pabrik suatu perusahaan, sesungguhnya sama sekali tidak perlu terjadi,” ujar Presiden di hadapan para tamu undangan yang memadati area Museum Marsinah di Nganjuk. Beliau menambahkan bahwa fondasi utama negara Indonesia sejak awal berdiri dibentuk dengan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan yang adil dan beradab.
- Penulis: MFC Team




